Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan menghidupkan kembali bank sampah. Sebab, saat ini, program tersebut dinilai tidak optimal dan tersendat-sendat.
“Kita bangun kembali bank sampah. Saya mau bikin smart bank sampah yang baru. Jadi mumpung pandemi, mumpung saya juga baru masuk awal lagi, besok saya 1 bulan,” kata Danny, sapaannya, Kamis, 25 Maret 2021.
Ia mengatakan akan mengevaluasi kembali potensi bank sampah. Danny mengatakan pada periode sebelumnya, bank sampah mampu menghidupkan perekonomian masyarakat.
“Saya kira semua akan dievaluasi dan salah satunya adalah potensi bank sampah yang begitu memukau dulu, saya akan bangkitkan,” kata Danny.
Menurutnya, saat ini, kondisi bank sampah menjadi lesu lantaran tak ada lagi pembeli. Danny mengatakan permasalahan tersebut lantaran sistem yang rusak.
- Appi Temui Danny Pomanto di Momen Lebaran, Sepakat Saling Support Pembangunan Makassar
- Open House Idul Fitri Danny Pomanto Jadi Simbol Toleransi, Tokoh Lintas Agama Bernyanyi Bersama
- Momen Idul Fitri di Karebosi, Danny Pomanto, IAS dan Appi Salat Id Satu Saf
- Mantan Walikota Makassar Danny Pomanto Kenang Sosok Andi Yasir, Figur Pamong Berdikasi
- Evaluasi Motor Sampah Listrik: Munafri Tinjau Ulang Proyek Warisan Danny Pomanto
“Mereka loyo sekarang karena tidak dibeli lagi sampahnya. Rusak semua ini barang-barang di sistem,” kata Danny.
Bank Sampah yang awalnya dinilai mampu mengurai penumpukan sampah di TPA Tamangapa, Antang, tersendat-tersendat sejak dipimpin Penjabat Wali Kota Makassar.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Saharuddin Ridwan mengatakan terjadi pengurangan anggaran. Alhasil, partisipasi masyarakat dalam mengolah sampah organik dan sampah non organik mengalami penurunan.
Padahal, 2 tahun sebelumnya, 2018, anggaran yang disediakan 2 miliar dan mengalami penurunan di tahun 2019 sebanyak 900 juta.
Kebijakan yang salah arah terhadap pengelolaan sampah dinilai akan semakin buruk bila tak berbasis pada pelibatan masyarakat.
“Anggaran Bank Sampah tahun 2020 hanya 300 juta, dan 2021 tetap 300,” kata Sahar.
Menurutnya, hal itu berimbas pada peredaran uang yang beredar di masyarakat yang juga ikut menurun.
Bila sebelumnya geliat masyarakat untuk berpartisipasi terbilang tinggi, kini mengalami perubahan.
Pelayanan armada penjemputan sampah pun mengalami perubahan. Saat ini penjemputan sampah masyarakat dari pihak kecamatan di bawah ke TPA Tamangapa.
“Apa yang dirasakan masyarakat, bersih tapi itu pun maksimal, nilai sosialnya tidak ada, nilai ekonominya juga tidak ada,” ungkapnya.
Kendati pernah menjadi percontohan nasional, anggaran Bank Sampah di Kota Makassar tak lagi menjadi program unggulan Pemerintah Kota Makassar.
Padahal, Bank Sampah dinilai membawa kontribusi positif bagi lingkungan, sosial, hingga ekonomi.
Pemeritah Kota mengucurkan dana di TPA Tamangapa sebanyak 8 miliar per tahun.
“Uang habis hanya untuk sampah, tapi tidak ada partisipasi masyarakat,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
