Makassar Terkini
Masuk

56 Sekolah di Makassar Sudah Melangsungkan PTM Terbatas

Terkini.id, Makassar – Sebanyak 56 Sekolah di Kota Makassar sudah melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Setelah Dinas Pendidikan Kota Makassar menambah 28 sekolah baru untuk melangsungkan PTM.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amalia Malik mengatakan berdasarkan hasil evaluasi PTM, hampir tak menemui kendala, sehingga penambahan sudah dapat dilakukan.

“Ada tambahan, 28 sekolah di 14 kecamatan. Kemarin kita selama dua minggu simulasi. Evaluasinya selama dua minggu pelaksanaan antigen hari pertama kelas tujuh, hari pertama kelas delapan dan hari pertama kelas sembilan semuanya nonreaktif, negatif,” kata Amalia, Senin, 18 Oktober 2021.

Selain itu, penyemprotan 28 sekolah juga sudah dilakukan. Sementara tes antigen secara serentak berlangsung hari ini.

“Pelaksanannya juga sama (dengan sebelumnya). Sudah dilakukan penyemprotan. Kemudian besok mulai diantigen untuk semua 28 sekolah, begitu seterusnya. Kalau untuk pelaksanaan juga tetap di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Penambahan PTM terbatas berlangsung untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk SD yang belum diakomodir.

Rinciannya 28 sekolah tersebut terdiri dari 14 negeri dan 14 swasta. 

Sekolah Negeri yang buka, antara lain, SMPN 26, SMPN 9, SMPN 46, SMPN 1, SMPN 17, SMPN 52, SMPN 40, SMPN 37, SMPN 22, SMPN 12, SMPN 27, SMPN 2, SMPN 7, SMPN 45.

Selanjutnya untuk Swasta, yaitu SMP Kristen IPEKA, SMP ITTIHAD, SMP Metro School, SMP LPP UMI, SMP YP PGRI 2, SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah, SMP Bajimasa, SMP Kemala Bhayangkari, SMP Telkom Makassar, SMP Laniang, SMP Kartika IX-1, SMP Katolik Rajawali, SMP Muhammadiyah 2, dan SMP PGRI 3 Sangir.

Kepala Sekolah SMPN 1 Makassar, Suaib, mengaku telah merampungkan keseluruhan persyaratan PTM tersebut.

Salah satunya persyaratan wajib orang tua. Dia mengatakan telah mengantongi nama-nama siswa yang akan ikut PTM. 

Suaib mengatakan tidak semua siswa bisa mengikuti PTM, yang diutamakan adalah siswa yang telah melakukan vaksinasi. Kedua atas izin orang tua. 

Kendati telah divaksin namun tak diizinkan orang tua, maka siswa bersangkutan tetap tidak diikutkan.

“Karena ada beberapa orang tua siswa juga yang tidak mau, kita tidak ikutkan mereka. Sisanya termasuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan telah rampung 105%, penyemprotan juga sudah dilakukan sama BNPB,” ungkapnya.