Danny Pomanto dalam Pusaran Tuduhan yang Tak Kunjung Usai

ADAMA
Calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto disambut antusias warga saat kampanye dialogis.

Terkini.id, Makassar – Calon Wali Kota Makassar nomor urut satu, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto kembali digempur tuduhan. Setelah kasus bagi-bagi beras tak terbukti, kini muncul sengketa baru.

Kasus terbaru, ratusan orang yang menyebut diri Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Makassar mengaku menjadi korban penipuan pembelian perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Pasalnya, hingga saat ini perumahan tersebut tak kunjung terealisasi. Mereka menyebut pembangunan perumahan tersebut pada era Danny Pomanto saat menjadi Wali Kota Makassar.

Sejak diresmikan 2016 lalu, Suri, selaku perwakilan ASN, mengatakan berbagai instansi sudah menyetor uang muka dengan kisaran Rp5 juta hingga Rp.20 juta.

“Kami ASN merasa ditipu, dibohongi oleh Pemerintah kota Makassar zaman rezimnya Danny Pomanto,” kata Suri, saat pertemuan dengan ASN lainnya melalui video yang beredar.

Menarik untuk Anda:

Menurut para ASN ini, mereka percaya dan akhirnya menyetor uang muka lantaran perumahan tersebut merupakan program dari Pemerintah Kota Makassar.

Para ASN ini pun menuntut pemerintah, khususnya mantan wali kota Danny Pomanto untuk bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

“Kami sudah 5 tahun membayar DP tapi tidak ada perumahan maka kami menuntut pemerintah kota, khususnya yang bertanggung jawab pada zaman rezim Danny Pomanto untuk bertanggung jawab pengembalian uang DP secara tunai,” tegasnya. 

Menanggapi itu, Danny Pomanto mengatakan tuntutan sejumlah ASN Pemkot Makassar untuk mengembalikan uang muka perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) adalah salah alamat.

Danny menegaskan tuntutan yang dialamatkan kepadanya adalah tindakan yang sangat keji. Ia mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak terlibat dengan masalah tersebut.

Untuk itu, pengacara tim berjargon ADAMA’ ini akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Termasuk orang-orang yang berada di dalamnya. Baik dari video yang beredar, berita, maupun penyebarnya. 

“Tuduhan itu sangat keji, saya tidak punya hubungan apapun dengan masalah ini, hari ini tim pengacara kami akan melapor ke polisi, mulai yang ada di video dan berita serta penyebaranya,” ungkap Danny, Senin, 16 November 2020.

Sementara, Beni Iskandar, Tim Kuasa Hukum ADAMA’ mengatakan akan memperkarakan mereka yang mengatasnamakan ASN Pemkot Makassar dan menebar fitnah tentang DP perumahan rumah subsidi melalui vidio.

“Untuk itu kita lakukan langkah hukum hari ini juga terkait media yang menyebarkan video tersebut, tim hukum adama akan lakukan proses hak jawab,” kata Ben, sapaannya.

Ben mengatakan akan melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Makassar. Ia berharap kepolisian mengembangkan dan membuka kasus tersebut dan mengungkap siapa mereka.

“Karena Pak Danny secara pribadi sangat dirugikan dan black campaign-nya akan kita lanjutkan ke Bawaslu,” tuturnya.

Bila ketahuan mereka adalah ASN, Ben mengatakan akan melanjutkan laporan tersebut ke KASN.

“Makanya kita juga laporkan ke Bawaslu karena dia mengaku sebagai ASN. Pidananya ke Polrestabes,” paparnya.

Video yang beredar tersebut pertama kali ditemukan di grup WhatsApp pada Minggu, 15 November 2020.

“Akan kita identifikasi tapi paling tidak video tersebut menjadi Barang bukti kita melaporkan adanya tindak pencemaran, kita laporkan Undang-Undang ITE” ungkapnya.

Terkait dengan posisi Danny Pomanto saat itu, Ben mengatakan tidak ada kebijakan wali kota dan keterlibatan Danny secara pribadi dalam hal kerjasama rumah tersebut. 

“Itu kerjasama pihak ketiga. Jadi pada saat itu yang melakukan kerjasama dengan pihak ketiga adalah Sekretariat Korpri Madya Kota Makassar,” kata dia.

“Jadi kalau kita mau mengusut, investigasi, maka silahkan cari siapa Sekertaris Korpri saat itu,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tambah 156 Orang, Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Capai 17.355

Sambil Menunggu Vaksin, Ahli Kesehatan: Masyarakat Tak Boleh Abaikan Protokol 3M

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar