Danny Pomanto Minta Pelaku Usaha di Makassar Menyiapkan Petugas Internal Protokol Kesehatan

Danny Pomanto Minta Pelaku Usaha di Makassar Menyiapkan Petugas Internal Protokol Kesehatan

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto meminta pelaku usaha menyiapkan penjaga protokol di masing-masing usahanya. 

Hal itu sebagai bagian dari mewajibkan adapatasi kebiasaan baru dengan membentuk petugas internal protokol kesehatan, pada kegiatan usaha masing-masing.

“Jadi jangan berharap Pemkot yang menyediakan petugas jaga, tapi pihak pengelolah yang wajib menyediakan di pintu masuknya masing-masing,” kata Danny, Senin, 3 Mei 2021.

Setelah itu, para pelaku usaha wajib menyiapkan gawai atau CCTV yang ditempatkan di posisi strategis.

Khususnya di pintu masuk dan keluar agar dapat di monitor oleh satgas kecamatan, untuk melaksanakan zoom monitoring.

Baca Juga

“Harus ada HP di pintu masuk, yang terhubung di kecamatan. Saya tekankan ini untuk menjaga keselamatan bersama, bukan untuk mengawasi atau mencari-cari kesalahan,” terangnya

Selain itu, Danny menyebut pelaksanaan zoom monitoring tertera dalam Perwali poin b, dapat diunduh melalui link yang tersedia sesuai wilayah masing-masing.

“Jadi setiap tempat usaha, akan dipantau sesuai dengan kecamatannya masing-masing, sebagaimana yang dijelaskan pada poin b,” kata Danny.

Pihak Pemkot Makassar juga melibatkan masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan pelanggaran Prokes Covid-19 dengan cara menghubungi layanan kedaruratan 112 atau WA 0811400112.

“Kami membuka bagi masyarakat, untuk melaporkan jika menemukan kerumunan, ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk membantu pemerintah, karena Covid inj musuh kita bersama,” katanya

Setiap kegiatan usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan menimbulkan kerumunan akan mendapatkan sanksi.

“Maka Satgas Raika akan memberikan sanksi teguran, hingga sanksi pembubaran kegiatan, jika ditemukan adanya pelanggaran,” tuturnya

Danny juga mengatakan tak mudik hari raya Idulfitri. Hal itu sebagai upaya untuk membatasi pergerakan dan mobilitas dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19.

“Saya meminta kepada para pelaku usaha, agar mengimbau kepada karyawannya untuk tidak melakukan mudik. Jangan sampai kita seperti di India. Karena jika jumlah Covid-19 meningkat, pasti usaha akan dibatasi, dan ekonomi kita bisa kembali anjlok,” jelasnya

Danny pun meminta partisipasi media untuk ikut membantu pemerintah Kota Makassar dalam mensosialisasikan dan menggaungkan kampanye jangan mudik.

“Ini sudah kami sampaikan dari Kamis lalu, ini berlaku untuk semua. Tidak hanya pemerintah kota, tapi juga pasar-pasar yang dikelolah oleh Pemerintah Kota,” ujar Danny

“Jadi, jika ada pasar yang tidak mematuhi ini, maka saya meminta kepada Dirut pasar untuk memberhentikan kepala pasar. Kita boleh keras, tapi kita sampaikan secara lembut,” sambungnya

Ia pun menegaskan, jangan sampai penyebaran Covid-19 di kota Makassar kembali melonjak.

“Jangan sampai positif rate kita berada di atas satu, karena kalau itu terjadi maka kami tidak segan-segan melakukan Lock down,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.