Danny Pomanto Penuhi Kriteria Khusus Presiden Jokowi Ihwal Calon Kepala Ibu Kota Negara Baru

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto masuk kriteria khusus Presidan Jokowi ihwal calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara baru, yakni berlatar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah. 

Danny Pomanto merupakan seorang arsitek dan mantan dosen jurusan arsitektur di Universitas Hasanuddin, Makassar. Saat ini, ia menjabat sebagai Wali Kota Makassar pada periode 2021-2026.

Dari laman makassarkota.go.id, Danny aktif sebagai arsitek dari 1989 hingga April 2014. Selama menempuh bidang profesionalnya, pria kelahiran 30 Januari 1964 ini telah menelurkan 650 karya dari mulai urban architecture, interior design, landscape design dan karya-karya lainnya.

Baca Juga: Hasto Kristiyanto: Prioritas PDIP Rakyat di Tengah Tantangan Global yang...

Pengalaman sebagai kepala daerah wali kota juga. Salah satu karya yang ikoniknya adalah Rumah Pasca Bencana-Aceh, Masjid Raya Makassar, Kantor Gubernur Gorontalo dan Sulawesi Barat, hingga rumah sakit Private Care Hospital di Makassar.

“Saya ini orang yang selalu siap kalau negara memerintahkan, tapi dilihat nanti karena belum tentu di kita, kalau saya kerja sajalah. Kita tidak boleh merasa GR, saya siap apapun, selama negara memanggil,” kata Danny, Jumat, 21 Januari 2022.

Baca Juga: Abu Janda ‘Sindir’ UAS: Disini Dipuja Puja di Negeri Orang...

Danny menilai calon pemimpin ibu kota negara baru harus mendapat persetujuan Presiden. Dia mengatakan saat ini dirinya fokus bekerja. 

“Kalau orang anggap saya masuk kriteria Alhamduillah, tapi bagi saya itu hak prerogratif presiden,” tutur Danny.

Danny mengatakan saat ini masih memiliki waktu 4 tahun menyelesaikan tugasnya di Kota Makassar.

Baca Juga: Abu Janda ‘Sindir’ UAS: Disini Dipuja Puja di Negeri Orang...

“Kalau saya, sekali lagi saya kasi selesai dengan baik, tugas yang sudah diamanahkan oleh masyarakat saat ini, sudah jelas secara konstitusi sebagai Wali Kota Makassar,” terangnya.

Meski demikian, Danny menilai jika orang menganggap dirinya masuk kriteria, maka dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

“Masyarakat menganggap saya layak, saya kira kita serahkan ke rakyat. Tapi kalau tidak, yah kenapa kita mesti melawan takdir, kita kerja baik sajalah,” jelasnya.

“Tapi kalau mau menanggapi hal itu secara serius, kita tunggu nama keluar, kalau kriteria itukan banyak alternatif lebih bagus dari saya, banyak yang lebih baiklah dari saya,” tutupnya.

Bagikan