“Ada alternatif untuk membuat tanggul. Nanti kita coba perencanaan untuk menghitung alurnya dan bagaimana desain yang akan dibuat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Appi juga menyinggung peran kolam retensi dan Waduk Nipah-Nipah dalam pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Menurutnya, daya tampung Waduk Nipah-Nipah saat ini diperkirakan hanya sekitar 33 persen, sehingga diperlukan tambahan kolam retensi guna mengoptimalkan pengendalian air.
Ia bahkan mengemukakan opsi alternatif yang masih bersifat wacana, yakni kemungkinan pembebasan sejumlah rumah di titik yang paling terdampak banjir untuk dijadikan kolam retensi baru.
Namun, Appi menegaskan bahwa opsi tersebut masih membutuhkan kajian mendalam.
- Wali Kota Munafri Bersama Wamenbud RI Bahas Event Nasional KMI 2026 Dipusatkan di Makassar
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Gelar Aksi Ujuk Rasa, NasDem Sulsel Tolak Narasi Pemberitaan yang Dinilai Menyesatkan
- Macawa Fest 2026 Tawarkan Pengalaman Event Berstandar Global
- Syuting di Makassar, "Akal Imitasi" Tampilkan Kritik terhadap Teknologi Pendidikan
Appi menambahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pembersihan massal di lokasi Blok 10 Manggala.
Ia juga mengingatkan potensi kendala lain, seperti pelepasan air dari wilayah hulu yang dapat berdampak pada kawasan hilir meskipun di sekitar Perumnas Antang tidak terjadi hujan.
“Dengan pendekatan kajian teknis yang komprehensif dan keterlibatan para ahli, kita berharap solusi penanganan banjir di Perumnas Antang dapat dirumuskan secara tepat, sehingga warga tidak lagi dihantui banjir, setiap musim hujan tiba,” tukasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
