“Ada alternatif untuk membuat tanggul. Nanti kita coba perencanaan untuk menghitung alurnya dan bagaimana desain yang akan dibuat. Mudah-mudahan semua bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Appi juga menyinggung peran kolam retensi dan Waduk Nipah-Nipah dalam pengendalian banjir di kawasan tersebut.
Menurutnya, daya tampung Waduk Nipah-Nipah saat ini diperkirakan hanya sekitar 33 persen, sehingga diperlukan tambahan kolam retensi guna mengoptimalkan pengendalian air.
Ia bahkan mengemukakan opsi alternatif yang masih bersifat wacana, yakni kemungkinan pembebasan sejumlah rumah di titik yang paling terdampak banjir untuk dijadikan kolam retensi baru.
Namun, Appi menegaskan bahwa opsi tersebut masih membutuhkan kajian mendalam.
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
- Menag Nasaruddin Umar Buka Secara Resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Kukuhkan 10.000 Guru Qur'an, Ini Pesannya!
- Bupati Jeneponto Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Ruku-Ruku di Bangkala
- Husniah dan Ombas Pakai Pengacara Yang Sama Saat Berurusan dengan Polda
Appi menambahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pembersihan massal di lokasi Blok 10 Manggala.
Ia juga mengingatkan potensi kendala lain, seperti pelepasan air dari wilayah hulu yang dapat berdampak pada kawasan hilir meskipun di sekitar Perumnas Antang tidak terjadi hujan.
“Dengan pendekatan kajian teknis yang komprehensif dan keterlibatan para ahli, kita berharap solusi penanganan banjir di Perumnas Antang dapat dirumuskan secara tepat, sehingga warga tidak lagi dihantui banjir, setiap musim hujan tiba,” tukasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
