Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang pemancing yang dilaporkan tenggelam di perairan wisata Tamalelong, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa 3 Maret 2026 sore
Kotak hitam atau black box pesawat Indonesia Air Transport PK-THT ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung Sulawesi Selatan, ditemukan pada Rabu 21 Januari 2026.
Kotak hitam atau black box pesawat Indonesia Air Transport PK-THT ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung Sulawesi Selatan, ditemukan pada Rabu 21 Januari 2026.
Tim SAR gabungan mengerahkan 34 personel ahli guna mengevakuasi jenazah korban ATR 42-500 di tebing ekstrem Gunung Bulusaraung Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui jalur darat, setelah cuaca buruk membatalkan penggunaan helikopter.
Rumah Sakit Bhayangkara terima satu kantong jenazah berisi salah satu korban kedua yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dari kecelakaan Indonesia Air Transport ATR 42-500.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dan Kepala Basarnas RI, Marsda TNI Mohammad Syafii meninjau Posko Advance Jungle Unit (AJU) dalam rangka operasi gabungan pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Posko 2 Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin 19 Januari 2026.Dalam kunjungan tersebut, Andi Sudirman juga melakukan rapat koordinasi bersama Tim Basarnas, Kemenhub dan unsur Forkopimda Sulsel untuk membahas perkembangan terkini serta langkah lanjutan dalam misi pencarian dan evakuasi korban.Ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen penuh mendukung operasi kemanusiaan ini melalui pengalokasian anggaran operasional bagi seluruh unsur yang terlibat.“Pemprov Sulsel telah mengalokasikan anggaran operasi serta menurunkan tim BPBD dan tim kesehatan, termasuk ambulans
Satu korban akibat kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) PK-THT jenis ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan kembali ditemukan, pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.
Tim SAR gabungan yang menangani operasi pencarian pesawat ATR 400 di Kawasan Taman Nasional Bantimurung terus berupaya mengevakuasi korban. Namun, proses evakuasi terkendala kondisi cuaca.
Setelah pencarian intensif selama tujuh hari, upaya Basarnas untuk menemukan tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Harapan Jaya yang hilang akhirnya dihentikan pada Senin, 20 Januari 2025