Terkini, Makassar – Tim SAR gabungan mengerahkan 34 personel ahli guna mengevakuasi jenazah korban ATR 42-500 di tebing ekstrem Gunung Bulusaraung Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui jalur darat, setelah cuaca buruk membatalkan penggunaan helikopter.
Memasuki hari keempat operasi, tim SAR gabungan memprioritaskan evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kekinian, korban pria pertama ditemukan pasca kecelakaan pesawat di pegunungan Bulusaraung akhirnya berhasil dievakuasi setelah melewati rintangan di medan ekstrem.
Bahkan tim SAR gabungan menginap bersama jenazah selama proses evakuasi sejak Ahad 18 Januari 2026 pukul 13.43 Wita sampai 21 Januari 08.18 WITA.
Berdasarkan keterangan dari Tim SAR gabungan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT korban pertama dievakuasi menggunakan Helikopter AS 365 N3+ Dauphin milik Basarnas dengan nomor HR-360.
- Ribuan Warga Padati Nobar Semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Lapangan Pemuda Bulukumba
- Empat Negara Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026, Berikut Jadwal dan Rekor Head to Head
- Pemkab Gowa Berangkatkan 90 Siswa ke Sekolah Rakyat, Wujudkan Akses Pendidikan Berkualitas
- Galesong eMotor Pratama Perkenalkan QT Series dan Tyranno X untuk Masyarakat Makassar
- Makassar Jadi Tuan Rumah Local Fest 2026, Targetkan 15 Ribu Pengunjung dan Dongkrak Ekonomi Kreatif
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Cootdinator (OSC), Andi Sultan, menjelaskan bahwa proses evakuasi udara dilakukan setelah korban dievakuasi dari dasar jurang ke punggungan Lampeso pada Selasa, 20 Januari 2026.
“Pagi ini, Alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360. Helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA,” ujar Andi Sultan.
Ia menambahkan, pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 WITA. Selanjutnya, helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.
“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan ke tim DVI,” jelasnya.
Andi Sultan menegaskan bahwa seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur serta dukungan kondisi cuaca yang relatif mendukung pada pagi hari.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
