Masuk

Demi Putri Candrawathi, Febri Diansyah Sudah Bicara Dengan Lima Ahli Hukum dan Psikolog

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Febri Diansyah yang saat ini berstatus sebagai pengacara Putri Candrawathi membeberkan seluruh persiapannya dalam menghadapi persidangan kasus pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Yoshua.

Dalam jumpa wartawan yang digelar pada Rabu 28 September 2022, Febri Diansyah mengaku telah berkonsultasi dengan beberapa ahli hukum dan juga psikologis.

“Melakukan diskusi dengan lima ahli hukum (3 profesor dan 2 doktor ilmu hukum) dari empat perguruan tinggi,” ujar Febri Diansyah, dikutip terkini.id dari suara.com, Kamis 29 September 2022.

Baca Juga: Putri Candrawathi Terpapar Covid-19, Sambo: Istri Saya Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

“Melakukan diskusi dengan lima psikolog, baik guru besar psikologi, ahli psikologi klinis dan psikologi forensik,” sambung Febri Diansyah.

Mantan Juru Bicara (Jubir) KPK ini mengatakan dirinya sangat serius untuk membela Putri Candrawathi dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J mendatang.

Selain mempersiapkan sejumlah ahli hukum dan psikologis, Febri Diansyah berujar pihaknya telah mempelajari rekonstruksi dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Jaksa Bandingkan Kecantikan Putri Candrawathi dan Kekasih Yosua: Sudah Tua

“Melakukan rekonstruksi di rumah di Magelang,” kata Febri Diansyah.

Diketahui bahwa berdasarkan keterangan Komnas HAM dan Komnas Perempuan, istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.

Selanjutnya, kasus pelecehan seksual yang sebelumnya dikabarkan terjadi di Duren Tiga, Jakarta sudah dianggap telah selesai dan dihentikan penyelidikannya.

Namun pihak Putri Candrawathi menegaskan kasus pelecehan seksual yang diprakarsai oleh Brigadir J terjadi di Magelang, Jawa Tengah bukan di Jakarta.

Baca Juga: Pengakuan Susi: Lihat Yosua Marah Saat Putri Candrawathi Tergeletak di Kamar Mandi

Kemudian Febri Diansyah menyatakan sebelum dirinya menandatangani surat kuasa, ia sudah berbicara dengan Putri Candrawathi.

“Saya juga telah menyampaikan secara terang bahwa pendampingan hukum yang akan dilakukan bersama tim adalah pendampingan hukum secara objektif, tidak membabi-buta, tidak menyalahkan yang benar dan tidak membenarkan yang salah,” ucap Febri Diansyah.

“Saya menerima permintaan menjadi kuasa hukum dan berkomitmen untuk mendampingi hak tersangka dalam perkara ini secara objektif,” lanjut Febri Diansyah.

Febri Diansyah juga berujar telah mengunjungi Ferdy Sambo di Mako Brimob, Depok. 

Ia menyebutkan Ferdy Sambo telah mengaku bersalah dan siap menanggung akibat dari perbuatannya sebagai otak pembunuhan Brigadir J.

“Saat itu, Pak Ferdy Sambo menyanggupi dan bahkan menegaskan bahwa ia mengakui sejumlah perbuatan yang dilakukan dan siap mempertanggungjawabkannya dalam proses hukum yang objektif dan berimbang,” imbuh Febri Diansyah.

“Bahkan seperti yang disampaikan Bang Arman Hanis sebelumnya, Pak Ferdy Sambo menyesali berada dalam kondisi yang sangat emosional saat itu,” pungkas Febri Diansyah.