Terkini, Makassar – Suasana mencekam menyelimuti Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin, 26 Agustus malam. Ribuan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak dinasti politik Jokowi berujung ricuh.
Aksi damai yang awalnya diwarnai iringan keranda bertuliskan “Matinya Demokrasi di Indonesia” berubah menjadi kerusuhan saat polisi berusaha membubarkan massa.
Puncak kerusuhan terjadi saat sebuah angkot terbakar di depan Kampus Universitas Bosowa. Baharuddin, sopir angkot tersebut, menceritakan detik-detik mencekam saat kendaraan yang ia kendarai tiba-tiba terbakar.
“Kayak ada percikan dari dalam, langsung pedis mata. Kelihatan ada api. Ada penumpang yang bilang kena kakinya, baru minta turun,” ujarnya, masih tampak syok.
Dugaan sementara, api berasal dari percikan peluru gas air mata yang ditembakkan polisi.
- Bupati Syaharuddin Beri Pesan Motivatif Menjadi Pemimpin kepada Ratusan Siswa di Sidrap
- Roadshow di Makassar, BukuAgen Perluas Akses Keuangan Masyarakat lewat UMKM
- Bupati Sidrap Lepas Kontingen HUT Satpol PP, Tekankan Karakter yang Disegani dan Disenangi
- Pupuk Indonesia Perkuat Transparansi dan Edukasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Makassar
- Kepala SPPG Akhirnya Angkat Bicara, Benarkan Menunya Ikan, Namun Bungkam Terkait Diduga Busuk
“Tidak meledak, tapi terbakar di dalam. Cuman itu pedis mata, tidak tau kalau petasan atau apa,” tambah Baharuddin.
Api yang berkobar dengan cepat membuat situasi semakin chaos. Massa semakin beringas, melempari petugas dengan batu dan benda-benda keras lainnya.
Polisi pun tak tinggal diam, berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.
Beruntung, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke kendaraan lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait jumlah korban dan kerusakan akibat kerusuhan tersebut.
Aksi unjuk rasa yang awalnya bertujuan menyuarakan aspirasi mahasiswa, justru berujung pada tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
