Mata Hijaber Cantik Ini jadi Merah Mengenaskan akibat Tragedi Kanjuruhan

Mata Hijaber Cantik Ini jadi Merah Mengenaskan akibat Tragedi Kanjuruhan

R
Rita Handayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Tragedi Kanjuruhan meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi para korban yang gugur dan terluka.

Seperti salah seorang hijaber cantik ini, yang telah menjadi korban dari tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Tak ayal penampakan wajahnya kini mengenaskan area mata biru lebam disertai mata yang merah mengerikan. 

Bagi siapa pun yang melihat serasa ikut merasakan mata yang perih dan nggak nyaman.

Mata merah dan kantung mata yang hitam kebiruan tersebut diakibatkan dari tembakan gas air mata. Hal ini diungkapkan dari postingan Instagram @andreli_48. Dikutip Terkini.id dari okezone.com.

Baca Juga

Salah satu netizen mengomentari postingan itu dengan mengatakan polisi harus bertanggung jawab.

“Polisi harus bertanggung jawab… Haramkan penggunaan gas air mata dalam stadion!” Ucap salah satu netizen @f*r*s_m**m*r.

Banyak diberitakan sebelumnya, Komisioner Komnas HAM, Chairul Anam, menyebut kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, disebabkan akibat gas air mata yang telah ditembakan polisi kepada para suporter di stadion.

“Jadi kalau ada informasi yang bilang bahwa suporter ke sana mau menyerang pemain itu tidak seperti itu,” katanya kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

“Gas air mata lah yang membuat panik dan sebagainya sehingga ada terkonsentrasi di sana di beberapa titik pintu. Ada pintu yang terbuka sempit. Terus ada pintu yang tertutup. Itulah yang membuat banyak jatuh korban,” imbuhnya.

Menurutnya juga, kondisi awal kericuhan tersebut adalah keterangan valid jika merunut kejadian ricuh Kanjuruhan itulah yang menjadikan banyaknya korban jiwa. Akibatnya, 131 orang tewas (data dari pemerintah) termasuk 2 anggota polisi, dan 2 orang pemain. 

Efek dari terkena semprotan gas air mata menyebabkan mata jadi gelap dan perih.

Selain itu, juga dapat menyebabkan iritasi membran mukus pada mata, hidung, dan mulut, serta paru-paru.

Dampaknya, akan memicu tangis, bersin, batuk, juga kesulitan bernapas, nyeri di mata, dan bahkan bisa buta sementara.

Apabila terkena paparan gas air mata, akibat yang ditimbulkan juga dapat berdampak panjang.

Yaitu bisa mengganggu sistem pernapasan, luka juga penyakit mata parah, seperti keratitis, glaukoma, dan katarak, radang kulit, kerusakan pada sistem peredaran darah serta pencernaan.

Hingga yang terparah adalah kematian, yakni jika terkena paparan tinggi.

Minimnya tenaga medis dari fasilitas kesehatan saat kejadian membuat banyak korban berjatuhan sebab terlambat mendapat pertolongan pertama. 

Mayoritas korban yang hilang nyawa karena terkena semprotan gas air mata dan terinjak-injak ketika berebut keluar tribun stadion. Dengan kondisi pintu stadion terkunci dari luar.

Padahal, aturan dari “FIFA Stadium Safety and Security Regulation”, pasal 19 poin B disebutkan tidak boleh sama sekali penggunaan senjata api serta gas air mata dalam pengendalian massa di stadion.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.