Terkini.id, Jakarta – Politikus Partai Demokrat Andi Arief memberikan pendapatnya tentang tindakan Presiden Jokowi yang menyatakan dukungannya terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.
Andi Arief berpendapat aksi Presiden Jokowi dalam acara ulang tahun Partai Perindo beberapa waktu lalu itu akan membuat dunia politik tanah air menjadi tidak sehat.
“Ini yang menjadi tidak sehat,” ujar Andi Arief, Rabu 9 November 2022.
Pria yang menjabat sebagai Ketua Bappilu Partai Demokrat ini menekankan bahwa seorang presiden tidak berhak untuk menjadi peserta pemilu.
Pihak yang mempunyai hak untuk berstatus sebagai peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilu ialah partai politik.
- Ketua Bappilu Demokrat Akui Terima Sogokan dan Ogah Dipidana, Guntur Romli: Mau Normalisasi Suap
- Andi Arief Sebut Demokrat Penjaga Demokrasi: Perpanjang Jabatan Presiden Itu Ide Jokowi, Ini Balasan Netizen
- Pemilu Ditunda dan Jabatan Presiden Bakal Diperpanjang? Demokrat Beri Peringatan Keras: Kami Sudah Tahu Ini Maunya Jokowi! Jangan ....
- Soroti Pakaian Jokowi Saat Upacara HUT RI, Politisi Demokrat Beri Kritikan
- Netizen ke Andi Arief: Elo Kira Pesawat Kepresidenan Milik Nenek Moyang Partai Demokrat
Selain itu, Andi Arief menilai sikap Presiden Jokowi yang mendukung Prabowo Subianto memberikan kesan seolah-olah mantan Gubernur DKI Jakarta ini ingin mencampuri urusan pribadi partai politik tertentu.
“Partai memiliki kedaulatan. Sayangnya kedaulatannya sedang diganggu oleh kepentingan dari personal politik yang kita lihat Pak Jokowi terlalu mencampuri terlalu dalam kedaulatan partai-partai,” katanya.
Sebagai informasi, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto turut menghadiri acara perayaan ulang tahun Partai Perindo pada Senin 7 November 2022.
Dalam pidato sambutannya, Presiden Jokowi memprediksi Prabowo Subianto akan menjadi sosok yang menggantikan dirinya kelak.
Presiden Jokowi menambahkan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika apa yang disampaikannya ini akan dianggap sebagai sinyal oleh masyarakat.
“Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” tutur Presiden Jokowi.
“Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi kan saya ngomongnya juga ga apa-apalah,” sambungnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan tanggapan Presiden Jokowi terkait komentar Andi Arief tersebut.
Sumber: cnnindonesia.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
