Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar mengatakan bahwa kelompok-kelompok radikal telah lama menyusupi perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurutnya, para kelompok ini masuk melalui majelis-majelis atau masjid-masjid perusahaan itu lalu kemudian menyusun rencana untuk menyebarkan pahamnya.
Pernyataan Denny Siregar tersebut dapat diihat dalam sebuah video wawancara berjudul ‘Denny Siregar: Hati-Hati Ceramah Ramadhan di BUMN (Gaspol #38)’ yang diunggah di 2045 TV pada Selasa, 13 April.
Awalnya, Denny ditanya soal bagaimana pendapatnya terkait pembatalan kajian Ramadhan di salah satu perusahaan BUMN, PT Pelni yang sebelumnya ramai dibicarakan.
“Ya bagus sih kalau menurut saya. Kalau memang Pelni punya salah satu alat pendeteksi dini atau warning system terhadap siapa sih ustaz-ustaz yang dianggap radikal itu dan kemudian memberhentikan mereka sebelum kemudian masuk di jajaran Pelni untuk berceramah Ramadhan,” jawan Denny.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Bagi Denny, pembatalan kajian Ramadhan itu mercerminkan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN mulai sadar terkait kemungkinan masuknya kelompok radikal ke lingkungan mereka.
“Dan itu membuat saya sendiri lega yah kalau ada peringatan-peringatan seperti itu. Nggak seperti dulu nih, baru ketika orang ribut, baru mereka bergerak, itu pun belum tentu diganti karena para pejabat di perusahaan negara itu punya aliansi khusus juga dengan pada penceramah-penceramah radikal itu,” katanya lagi.
Pewawancara kemudian bertanya, “Sudah lama dikeluhkan BUMN-BUMN tersusupi pengajian radikal. Sudah parah yah kondisinya?”
“Oh itu udah lama sekali. Lama sekali,” jawab Denny.
Denny lantas menceritakan bagaimana awal kelompok-kelompok radikal mulai berkembang di tahun 1980-an.
Ia mengklaim mendapat cerita itu dari temannya yang mengawasi kelompok-kelompok radikal tersebut.
“Tahun 1980-an itu, kelompok-kelompok radikal itu masuk ke sebuah Perguruan Tinggi Negeri dengan menumpang program pemerintah pada waktu itu. Mereka bersembunyi di dalam masjid di kampus negeri itu sendiri dan di sana kemudian mereka menyebarkan pahamnya, menyebarkan ideologinya, dan menguasai kampus itu secara pendidikan,” ungkap Denny.
Setelah itu, kata Denny kelompok-kelompok ini lalu menyebarkan paham mereka ke kampus-kampus lain.
“Jadi poinnya atau titik kumpulnya mereka itu ada di tempat di mana mereka belajar agama, masjid misalnya, iya kan? Atau majelis misalnya,” lanjutnya.
Setelah menyebar di berbagai kampus negeri, kata Denny, kelompok ini juga menyebar ke perusahaan-perusahaan milik Pemerintah.
“Mereka disebarkan ke sana. Dan di mana mereka berkumpul? Ya di majelis-majelis di perusahan-perusahaan itu sendiri, ada namanya Majelis Taqwa, ada majelis apa,” tutur Denny.
“Nah dari majelis-majelis atau di masjid-masjid inilah kemudian mereka menyusun sebuah rencana atau menyusun sebuah planning bagaimana penceramah ini masuk ke dalam? Siapa penceramah-penceramah yang mereka bisa masukkan ke dalam itu? Ya tentu yang punya aliansi pemikiran atau aliran yang sama dengan mereka,” lanjutnya.
Menurut Denny, penceramah-penceramah yang dianggap berbeda aliran dari mereka akan susah masuk ke perusahaan-perusahaan yang disusupi tersebut, misalnya penceramah dari Nahdatul Ulama (NU).
“Nah, ini yang mereka bangun selama bertahun-tahun pasca reformasi. Apalagi mereka berpesta pora di zaman SBY yang sama sekali tidak concern terhadap masalah-masalah seperti ini,” kata Denny
“Berkembanglah mereka di mana-mana dan seperti yang kita tahu sekarang, banyak sekali para pegawai-pegawai BUMN, mulai dari yang rendahan sampai yang pejabat tingginya itu sudah terindikasi radikal,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
