Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar menyoroti soal gampangnya generasi muda sekarang terpapar radikalisme.
“Kalau kita perhatikan usia para ‘pengantin’ yang menyerang negeri ini baru-baru ini, kita melihat bahwa usia mereka itu masih muda, kelahiran tahun 1995 yang berarti mereka masih 26 tahunan,” kata Denny dalam sebuah video yang diunggah Cokrot TV pada Jumat, 2 Maret 2021.
Denny menilai bahwa di usia yang masih sangat muda itu, mereka lebih sibuk bicara soal keagamaan dibanding berbicara soal prestasi dan masa depan.
“Dan pada usia semuda itu, mereka lebih sibuk berbicara tentang akhirat, tentang halal-haram, tentang ayat daripada sibuk bicara tentang ilmu pengetahuan, tentang prestasi, tentang masa depan yang cemerlang,” ujarnya.
Bisa jadi, kata Denny, mereka yang terpapar itu sebenarnya sedang mencari jati diri mereka.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Seperti remaja umumnya, mereka sedang krisis kepercayaan diri karena merasa kalah bersaing dengan remaja di sekitarnya.
“Dan salah satu pelarian mereka adalah agama. Sayangnya, ketika mereka memilih agama sebagai pelarian, akal mereka tidak mampu mereka tidak mampu memilah mana guru yang benar dan mana guru yang salah,” ujar Denny.
Denny menilai bahwa para anak muda ini menelan mentah-mentah ajaran guru itu.
“Karena menganggap guru mengaji itu tidak ada salahnya, seperti malaikat yang tidak punya dosa,” tandasnya.
Dan hasilnya, lanjut Denny, mereka seperti robot yang diprogram sesuai perintah guru mengajinya.
“Kalau saat itu disuruh melakukan kekerasan, mereka sama sekali tidak berpikir kalau kekerasan itu salah. Buat mereka, apa yang dikatakan gurunya itu semuanya benar,” katanya.
Denny memberi contoh bagaimana surat wasiat hang ditinggalkan pelaku penyerangan Mabes Polri yang memperlihatkan bahwa ia yakin akan masuk surga.
“Orang tuanya pun dinasihati dengan pedenya supaya jangan terlibat dengan bank yang dianggapnya riba. Dan menariknya, dia seolah-olah nanti di akhirat akan memberikan syafa’at atau pertolongan kepada orang tuanya,” ujar Denny.
Pelaku itu, menurut Denny, menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah jihad, sesuai ajaran gurunya di majelis yang ia telan tanpa logika.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
