Derita Luka Bakar Serius, Kakak Beradik Anak Buruh Bangunan Butuh Uluran Tangan Anda

Luka Bakar
Putri (7 thn) anak buruh bangunan di Makassar menderita luka bakar serius. (Foto: ist)

Terkini.id, Makasssar – Dua kakak beradik, Putri (7 thn) dan Ibrahim (2 thn) kini harus mendapatkan penanganan serius di RS. Wahidin Sudirohusodo, Makassar akibat luka bakar serius yang mereka derita.

Putri menderita luka bakar 90% sedangkan adiknya Ibrahim menderita luka bakar sampai 70%. Keduanya berasal dari salah satu dusun terpencil di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kejadian nahas itu bermula ketika sang ibu ingin menyalakan lampu pelita sebagai penerang di malam hari karena rumah mereka belum teraliri listrik.

Namun, tiba-tiba lampu pelita tersebut meledak dan mengenai Putri yang kala itu sedang menggendong adiknya, Ibrahim.

Semburan api menyebabkan baju yang mereka kenakan terbakar, begitu pun dengan tubuh mungil mereka. Beruntung, beberapa warga yang mendengar teriakan histeris dari sang ibu segeramembantu mereka.

Keduanya langsung dibawa ke Puskesmas Tompo Bulu yang jaraknya cukup jauh dari dusun tempat tinggal mereka.

Luka Bakar
Ibrahim, adik putri juga menderita luka bakar serius. (Foto: ist)

Dari Pukesmas Tompo Bulu, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Salewangan Maros. Karena luka bakar yang diderita cukup parah dan harus menjalani operasi, mereka berdua pun dirujuk ke RS. Wahidin Sudiro Husodo, Makassar.

Sampai saat ini, kedua kakak beradik ini masih menjalani perawatan di RS. Wahidin Makassar. Mereka berdua telah menjalani operasi. Bahkan, Putri yang menderita luka parah hingga 90% telah menjalani 2 kali operasi.

Namun, derita yang dialaminya tak cukup sampai disitu. Karena tak terdaftar sebagai penerima manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) dari BPJS, mereka berdua harus dibebani dengan biaya perawatan rumah sakit yang begitu besar.

Tak tanggung-tanggung, hingga saat ini, Sabtu, 12 Oktober 2019, total biaya perawatan keduanya sebesar  Rp73 juta.

Sang ayah yang hanya bekerja sebagai petani musiman dan juga kadang bekerja sebagai buruh bangunan tidak mempunyai biaya untuk membayar biaya rumah sakit tersebut. Bahkan, untuk biaya kebutuhan sehari-hari pun mereka sudah sangat kesulitan.

Beberapa relawan yang intens memberikan pendampingan bagi anak-anak yang menderita penyakit serius tergerak untuk membantu mereka.

Para relawan ini yang mengatasnamakan Tim Orange Makassar menggalang dana untuk membantu biaya perawatan rumah sakit untuk kakak beradik ini melalui offline maupun donasi secara online di www.kitabisa.com/campaign/bantuibrahimdanputri.

Meskipun dana yang berhasil dikumpulkan masih jauh dari yang diharapkan, mereka tidak putus usaha untuk tetap mencari bantuan melalui beberapa lembaga amal, meskipun sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang diharapkan.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui perkembangan kakak beradik ini atau ingin membantu meringankan keduanya bisa menghubungi nomor WhatsApp 0812-4854-5110 atau Instagram @timorangemakassar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini