Sementara Anggota Dewan Pendidikan Kota Makassar Mahmud mengatakan cukup mendukung upaya PTM yang didorong pemerintah kota pada Oktober mendatang.
Meski demikian, ia juga meminta pemerintah kota berbenah lantaran masih ada masalah standar kompetensi.
“Kompetensi kita yakin bisa kembali dicapai, asalkan sekolah dan guru-gurunya itu bisa berinovatif. Mereka sangat berperan, bagaimana mengejar ketertinggalan ini dengan banyaknya keterbatasan PTM,” katanya.
Dia mengatakan siswa-siswa saat ini banyak yang tertinggal jauh dari kompetensi semestinya. Semisal anak kelas 2-3 yang banyak dilaporkan belum bisa membaca bahkan mengeja.
“Kita sebenarnya baru juga lakukan pertemuan dan itu harus ada data kelayakannya, SOP dan skenario,” ungkapnya.
- Lewat SiAKSES, Proper Sekretariat DPRD Makassar Ubah Layanan Keuangan Jadi Serba Real-Time
- BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama
- Aliyah Mustika Ilham: Sinergi Eksekutif-Legislatif Kunci Pengelolaan APBD yang Akuntabel
- Rapat Paripurna DPRD, Wakil Wali Kota Makassar Beberkan Kinerja APBD 2025
- Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Soroti Pentingnya PSU
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Makassar bakal melakukan simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 pada 4 Oktober 2021.
Uji coba PTM itu akan diselenggarakan di tingkat SMP. Ada 30 sekolah yang berasal dari 15 sekolah negeri dan sisanya dari sekolah swasta. Simulasi PTM akan diikuti dua sekolah dari setiap kecamatan.
“Yang dianggap layak menjalankan PTM akan dipilih satu dari sekolah negeri dan satunya lagi dari sekolah swasta,” kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
