Masuk

Dewan Soroti Nama Lorong Wisata Pakai Nama Asing

Komentar

Terkini.id, Makassar – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Yeni Rahman menyoroti sejumlah nama Lorong Wisata yang menggunakan nama daerah asing

Selain itu, nama tersebut dinilai susah diingat dan penyebutannya pun ribet. 

“Di lorongku ada nama-nama dari bahasa Jerman, juga ada (bahasa) Jepang, Australia, dan Amerika,”ujar Yeni, Senin, 22 Agustus 2022. 

Baca Juga: Usulan Pergantian Nama Jalan Cenderawasih Jadi Jalan Opu Daeng Risadju Disetujui DPRD Makassar

Menurutnya, penamaan Lorong tersebut sangat jauh dari konsep pemerintah kota untuk memperkenalkan budaya yang ada di Kota Makassar. 

“Kita yang harus tahu daerah orang atau orang yang harus tahu daerah Makassar? Ngapain kita harus kenal lorongnya orang,” tanya Yeni.

Ia mengatakan bila konsep itu yang diterapkan berarti orang-orang yang diundang masuk ke dalam lorong adalah warga Makassar. 

Baca Juga: Bahas Masalah BPJS dengan Klinik Cerebellum, DPRD Makassar: Legislatif Harus Jadi Penengah

Padahal, konsep lorong wisata, kata dia, seharusnya memancing orang masuk ke dalam lorong sekaligus memperkenalkan budaya Makassar.

“Seharusnya nama-nama kearifan lokal yang ditonjolkan. Misalnya buat nama Lorong Tabe, Sipakalebbi dan sebagainya,” paparnya.

Di sisi lain, Yeni menyoroti konsep lorong wisata yang dinilai mampu menunjang nilai ekonomi masyarakat. Menurutnya, hal itu jauh panggang dari api. 

“Apa yang mau tumbuh? Kalau konsepnya tidak jelas. Belum lagi lorong sudah sangat sempit,” tuturnya.