“Dengan pendekatan holistik—ekologi, sosial, dan ekonomi—program ini dinilai memberi dampak luas dan berkelanjutan. Bahkan secara sosial, nilai Social Return on Investment (SROI) dari program ini menunjukkan perubahan signifikan,” ujar Endra.
Perubahan itu bukan hanya dalam bentuk angka statistik. Jaringan seluler kini tersedia berkat perhatian pemerintah setelah kawasan ini ramai dikunjungi. Anak-anak bisa belajar daring. Warga tidak lagi harus menyeberang danau hanya untuk berbelanja. Akses dan peluang hadir serempak.
Vale melibatkan sedikitnya 120 orang warga dalam program Matano Iniaku, 43 persen di antaranya adalah kelompok rentan seperti lansia, fakir miskin, disabilitas hingga perempuan yang rawan mengalami kondisi sosial ekonomi. Masing-masing mendapat tambahan pendapatan lebih Rp1 juta per bulan dari agroforestry, penjualan hasil kerajinan di tempat wisata, pupuk kompos hingga bibit pohon.
Selain itu, 448 jiwa penduduk di Dusun Matano juga mengalami dampak positif atas intervensi program dari PT Vale tersebut.
Lebih dari Sekadar CSR
Matano Iniaku telah membalik wajah pemberdayaan dari yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Program PPM yang dijalankan bukan sekadar pelengkap tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan strategi pembangunan inklusif yang menyentuh akar masalah dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pengelolaan Limbah B3
Dalam konteks yang lebih luas, PT Vale juga menjalankan berbagai program serupa: konservasi kawasan pesisir dan laut di Kecamatan Malili, agrowisata nanas Pontada di Wasuponda, serta peternakan ayam kampung organik. Namun Matano Iniaku tetap menjadi ikon karena keberhasilannya mempertemukan ekowisata, konservasi, pertanian berkelanjutan, serta transformasi sosial dalam satu ekosistem terpadu.
Apresiasi Pemerintah Provinsi Sulsel atas Komitmen Keberlanjutan

Pada 18 April 2025 lalu, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi berkunjung ke Vale, didampingi Bupati Luwu Timur, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Setelah melihat Danau Matano dan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallace, Fatmawati pun punya pendapat yang sama soal peruahaan tambang tersebut.
Fatmawati melihat, PT Vale sekadar perusahaan tambang. “Ini adalah simbol bagaimana industri strategis bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus penjaga ekosistem. Inilah kemitraan yang kita butuhkan untuk mewujudkan Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter,” ujar Fatmawati.
Upaya PT Vale dalam merehabilitasi lahan pasca tambang, menjaga keanekaragaman hayati, serta merawat lingkungan dengan cara berkelanjutan, sangat sejalan dengan Green Growth Plan (GGP) yang tengah dirancang oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Salah satu bukti nyata adalah komitmen PT Vale dalam menanam 9 juta pohon secara bertahap hingga 2030 — inisiatif reforestasi terbesar di sektor industri nikel Indonesia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
