Terkini, Makassar — Sebuah kawasan kosong di pesisir timur Makassar, yang selama ini hanya dilintasi truk pengangkut material dan angin dari Selat Makassar, kini menjadi pusat perhatian para pengambil kebijakan.
Pemerintah Kota Makassar tengah merancang pembangunan stadion bertaraf nasional—proyek ambisius yang bukan hanya menyasar pembangunan infrastruktur olahraga, tetapi juga menjadi simbol arah baru pembangunan kota.
Namun, di balik angka-angka dan timeline yang disusun rapi, terselip berbagai kepentingan, tarik-menarik politik, dan pertanyaan besar soal kesiapan dan keberlanjutan proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini.
Ikon Baru di Timur Kota
Proyek ini digagas untuk membangun stadion dengan kapasitas 15.000 hingga 20.000 penonton—cukup untuk menggelar pertandingan level nasional.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Stadion ini akan menjadi poros pengembangan kawasan timur kota, yang selama ini tertinggal dari hiruk-pikuk pembangunan Makassar bagian barat.
“Kita ingin stadion ini menjadi magnet baru. Tidak cuma tempat bola, tapi juga pusat kegiatan publik,” kata Kepala DPMPTSP Makassar, Helmy Budiman.
Pemerintah merancang stadion itu sebagai kompleks multifungsi—dilengkapi kawasan hijau, jalur evakuasi bencana, hingga pusat UMKM. Namun, pertanyaan mendasar muncul: siapa yang akan membayar semuanya?
Permainan Tiga Skema
Ada tiga skema pembiayaan yang tengah dikaji: APBD murni, kerja sama investasi (G2B dan B2B), atau kombinasi keduanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
