Terkini.id, Makassar – Lurah Pulau Kodingareng, Ruslan Jufri, membacakan pernyataan sikap mendesak PT Boskalis di hadapan ratusan nelayan dan perempuan di Kepulauan Sangkarrang yang tengah berunjuk rasa.
Ruslan meminta menghentikan kegiatan tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan karena memiskinkan nelayan dan menghancurkan masa depan anak-anak Pulau Kodingareng.
Selain itu, Ruslan juga mendesak Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah untuk mencabut izin konsesi PT Benteng Laut Indonesia dan memindahkan ke 45 mil dari wilayah tangkap nelayan.
“Mewakili masyarakat Pulau Kodingareng, saya meminta kepada PT Boskalis untuk menghentikan tambang pasir laut untuk selamanya,” kata Ruslan, Kamis, 9 Juli 2020.
Ruslan menuturkan dirinya bersama nelayan akan berjuang bersama untuk menghentikan tambang pasir laut tersebut.
- Kesempatan Emas, Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
- PT Vale Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Solidkan Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali
- PPI Makassar Kukuhkan Anggota Baru, Gandeng Alliance Franaise Perluas Wawasan Global Pelajar
- Wabup Gowa Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Harapkan Jadi Teladan dan Penggerak Kebaikan di Masyarakat
- PDAM Makassar Lakukan Pekerjaan Darurat Kebocoran Pipa, Sejumlah Titik Terdampak
Menurutnya, sejak adanya tambang pasir tersebut justru semakin memiskinkan nelayan dan menghancurkan masa depan anak-anak Pulau Kodingareng.
“Saya juga menolak tambang pasir laut. Saya tidak setuju PT Boskalis mengeruk pasir di wilayah tangkap nelayan. Kita akan berjuang bersama untuk menghentikan tambang pasir laut,” tegas Ruslan.
Annisa, salah satu warga Pulau Kodingareng Lompo mengatakan bahwa selama masyarakat menolak tambang pasir laut, lurah tidak pernah ada di tempat. Padahal, kata Annisa, nelayan sangat butuh dukungan lurah.
“Kami berjuang keras menolak tambang pasir laut yang menghancurkan kehidupan perempuan dan nelayan Pulau Kodingareng, sementara pak lurah dan staf kelurahan serta RT dan RW tidak pernah ikut mendukung. Oleh karena itu, kita minta pak lurah untuk menolak pengambilan pasir,” ungkapnya.
Demonstrasi nelayan Pulau Kodingareng berlangsung damai dengan penjagaan ketat personel Polair Polda Sulsel.
Usai berdialog dengan warga, Lurah Pulau Kodingareng Lompo kembali ke Kota Makassar bersama personel Polair.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
