Pertamina dan Econatural Dampingi Warga Pulau Kodingareng Kelola Sampah jadi Uang

Econatural Society bekerjasama dengan Pertamina membina masyarakat mendirikan bank sampah di Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Econatural Society bekerjasama dengan Pertamina membina masyarakat mendirikan bank sampah di Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar.

Bank sampah ini diharapkan menghilangkan sampah di pulau dan laut. Menghalau sampah masuk ke dasar laut membunuh karang dan ikan.

“Masyarakat diajar peduli lingkungan dan mengolah sampah menjadi uang,” ujar Direktur Econatural Society Ardiansyah, Selasa 26 Februari 2019.

Ardiansyah mengaku sudah melakukan pembinaan masyarakat di Pulau Kodingareng sejak bulan Desember 2018. Targetnya selama enam bulan, bank sampah Pulau Kodingareng benar-benar berjalan dengan baik.

Bank sampah sangat penting dalam menghilangkan dampak buruk sampah plastik. Karena semua plastik yang dibuang, selama 500 tahun tidak akan hancur. Kalau bersentuhan dengan karang akan merusak ekosistem laut, dan ketika ditimbun ke dalam tanah 500 tahun juga tidak akan hancur.

Menarik untuk Anda:

“Merusak struktur tanah, dan tanah menjadi tidak subur, dan ketika dibakar plastik akan merusak udara, juga menciptakan polusi,” kata Ardiansyah.

Dia melakukan simulasi, kalau seratus anak Sekolah Dasar di Kodingareng mengkonsumsi air mineral satu gelas. Diminum tiga kali sehari berarti ada 300 gelas sampah plastik.

“Tiga ratus dikali 5 sekolah, maka setiap hari sampah yang dibuang ke laut telah mencemari laut. Makanya untuk mencari ikan kita mesti mesti bermil-mil jauhnya dari pulau, karena ikan menjauh dari laut yang tercemar,” ungkapnya.

Sembari membiarkan peserta memahami dampak buruk dari sampah plastik, Ardiansyah juga memberi gambaran sederhana tentang bank sampah. Sebagai solusi untuk menanggulangi kebiasaan masyarakat yang membuang sampah plastik di laut.

“Kalau sampah dijual ke Bank Sampah akan menjadi uang, jadi kalau buang sampah sama dengan membuang, ” ujarnya kemudian ditimpali warga secara serempak “Uang,”

“berarti orang yang sering membuat sampah orang kaya, jadi tidak ada orang miskin di pulau ini, karena setiap hari membuang sampah,” imbuhnya.

Econatural menginisiasi Kelurahan Kodingareng membuat bank sampah unit untuk enam RW. Satu bank sampah pusat, dan hasil dari sampah di tiap RW ketika dijual ke bank sampah pusat akan ada selisih harga. Ardiansyah juga berjanji akan membantu proses penjualan sampah sampai ke gudang.

“Kalau bawa sampah ke bank sampah langsung dibayar dan diberi buku tabungan, lumayan untuk naik umrah untuk sepuluh tahun kemudian,” pungkasnya.

Bank Sampah Pulau Kodingareng akan jadi percontohan

Agus Santoso, perwakilan dari Pertamina mengatakan, Pulau Kodingareng dipilih sebagai daerah percontohan.

“Sembilan puluh persen yang mencemari laut Indonesia itu sampah plastik, makanya kita membentuk bank sampah, pertama-tama untuk mengumpulkan plastik bukan yang lain. Plastik-plastik yang dari rumah tangga membuat ikan banyak yang mati,” katanya.

Agus mencontohkan perihal ikan paus yang mati, setelah tubuhnya dibedah ternyata isinya plastik. “Lautan adalah masa depan kita, tempat mencari nafkah, mencari makan,” ungkapnya.

Lurah Kodingareng Syarif berharap program bank sampah di Kodingareng membuat masyarakat tidak lagi membuang sampah di lautan. Selain memberi penghasilan tambahan juga masyarakat bisa hidup sehat.

“Sebelumnya sudah ada program seperti ini tapi tidak jalan,” ungkapnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kupas Rahasia Sukses Asesmen Kompetensi dalam Dunia Kerja, reformaZi 98 Gelar Webinar

Tes Usap Massal di Kecamatan Makassar, Naisyah: Tidak Capai Target

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar