Penyandang Disabilitas di Sulsel Luput Perhatian pada Masa Pandemi Covid-19

Terkini.id, Makassar – Penyandang disabilitas merupakan kelompok rentan yang kehadirannya seringkali luput mendapat perhatian, terutama di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 22,9 juta atau 8,5 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Sementara di Sulawesi Selatan, jumlah disabilitas sebanyak 966 ribu.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Sosial, Angkie Yudistira mengatakan penyandang disabilitas di Sulsel masuk 10 besar dari seluruh populasi di Indonesia.

Baca Juga: Berbagi Cinta Kasih Lewat Kedai Bakso Rusuk Tjoss

“Non disabilitas saja sulit banget selama pandemi Covid-19 bagaimana dengan disabilitas yang aksesnya sangat terbatas banget,” kata Angkie di Hotel Aryaduta saat diskusi media dengan tema “Komunikasi Risiko Krisis Kesehatan Covid-19 bagi OPD dan Kelompok Rentan di Sulsel, selasa, 29 Maret 2022.

Angkie juga menggarisbawahi soal permasalahan pendataan administrasi kependudukan. Akibatnya, banyak penyandang disabilitas yang tak bisa mengakses program pemerintah.

Baca Juga: Pandemi COVID-19 Masih Ada, BNN Mengungkapkan Pengguna Narkoba Meningkat

Ia pun meminta kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk tak disembunyikan. Ia meminta didaftarkan dalam dukumen kependudukan.

“Agar pemerintah bisa memprofilisasi kebutuhan penyandang disabilitas. Kita lihat di lapangan pemerintah dan disabilitas ini kok jaraknya begitu jauh banget. Ini semua berawal dari pendataan,” tuturnya.

Bila pendapatan berjalan dengan baik, Angkie mengatakan penyandang disabilitas bisa dengan mudah mendapatkan akses, baik vaksinasi, stimulus ekonomi, dan bantuan sosial.

Baca Juga: Pandemi COVID-19 Masih Ada, BNN Mengungkapkan Pengguna Narkoba Meningkat

“Untuk seluruh penyandang disabilitas di Indonesia dapat melakukan pengaduan dan aspirasi langsung ke kontak center 143 untuk call, atau melalui WhatsApp 08111388143. Ini langsung dikelola komisi nasional disabilitas,” ungkapnya.

1 2
Selanjutnya
Bagikan