Di Wajo, PPL dan Mahasiswa Bahu Membahu Laksanakan Percepatan Tanam

Di Wajo, PPL dan Mahasiswa Bahu Membahu Laksanakan Percepatan Tanam

R
Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak petani untuk melakukan percepatan tanam, agar  tidak ada lahan yang menganggur untuk menghindari krisis pangan yang diprediksi mengancam setelah Covid 19. SYL juga mengimbau seluruh insan pertanian untuk tetap bekerja selama pandemi Covid-19.

SYL juga selalu mengingatkan bahwa mekanisasi pertanian bertujuan mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern sekaligus mempercepat masa tanam guna mengantisipasi kelangkaan pangan.

“Kami menginstruksikan kepada penyuluh dan petani agar segera melakukan olah lahan dan percepatan tanam, karena masih ada hujan-hujan sedikit, kami menargetkan angka tanam di atas 2.703 hektare” ujar Syahrul.

Berdasarkan pernytaan tersebut, memasuki musim kemarau pasca lebaran, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa bekerja sama dengan PPL dan sejumlah kelompok tani mulai melaksanakan gerakan percepatan olah tanah (GPOT). Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan musim tanam menjelang musim kemarau.

GPOT digelar Sabtu (30/5/2020) bersama beberapa anggota kelompok tani Wai Tuomdi kabupaten Wajo. Salah satu mahasiswa Polbangtan yang ikut dalam kegiatan ini adalah Andi Muliana. Muliana melakukan pengolahan tanah di lahan bapak H. Samsu salah satu anggota kelompok tani di kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo. 

Baca Juga

Proses pengolahan lahan dimulai dengan membersihkan tanah dari rumput dan hama siput sebelum dibajak. Kegiatan pendampingan ini dilakukan mahasiswa selama masa darurat pandemi covid-19 merupakan kegiatan mahasiswa untuk belajar bekerja praktis untuk kelompok tani Wai tuo yang diharapkan keterampilan dan keahlian mahasiswa.

Ajakan yang sama diserukan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Dedi mengungkapkan dalam Gerakan Ketahanan Pangan Nasional  hal yang harus dilakukan adalah percepatan tanam dilahan – lahan eksisting. 

Indonesia memiliki lahan sawah 7,4 juta ha, lahan kering 35 juta ha dan lahan rawa eksisting satu juta ha.  “Lahan – lahan tersebut harus dioptimalkan untuk dapat meningkatkan produksi. Iapun mengingatkan ketersediaan benih, pupuk dan pestisida yang harus terjamin tersedia dilapangan serta  penggunaan alsintan,” kata Dedi. (IKL)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.