Diancam Oknum LSM, Petani Soppeng Lapor ke Kesbangpol

Terkini.id, Soppeng – Sejumlah petani dari empat Kelompok Tani di Desa Kessing Kecamatan Donri- donri, Kabupaten Soppeng melakukan audensi sekaligus menyampaikan aspirasi dan rasa ketidaknyamanan ke Kesbangpol lantaran merasa diancam oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya dari anggota LSM/anggota Pers.

Hal tersebut diungkapkan Juanda selaku Ketua Kelompok Tani Pammase-mase menyampaikan kegundahannya bahwa ia diancam oknum dikarenakan pihaknya dan beberapa kelompok tani lainnya dituduh melakulan pungutan liar (Pungli) dengan melakukan pemotongan asuransi pertanian dari dana pertanggungan anggota kelompok yang terkena dampak bencana banjir.

Peristiwa tersebut, kata Juanda, terjadi pada Jumat beberapa waktu lalu. Pihaknya didatangi oknum LSM untuk diminta laporan pertanggungjawaban kelompok tani.

Baca Juga: Diskriminasi Penegakan Hukum Lingkungan di Sulsel Ancam Masyarakat Kecil, Korporasi...

“Dia bilang, sumbangan yang dilakukan kelompok tani tidak berdasar dan itu sudah pungli, padahal kami sudah ada pernyataan dari petani mengenai sumbangan,” ucapnya.

Lanjut Juanda mengatakan bahwa dirinya juga diancam akan diberitakan ke media dan dilaporkan ke Tipikor.

Baca Juga: Penegakan Hukum Serampangan, Petani Soppeng Gugat Menteri Lingkungan Hidup dan...

“Kami diancam, ancaman itu akan diberitakan di media, dan juga mengancam kami bahwa akan dilaporkan di Tipikor, kami keberatan jika kami dituduh pungli, selain itu kami juga dimintai pembeli tinta,” ucapnya dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Soppeng Arafah AM mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari kelompok tani yang mengeluh dikarenakan oknum LSM yang diduga melakukan pengancaman terhadap petani.

“Sesuai dengan ketentuan dan Peraturan Perundang-undangan, bahwa setiap laporan yang diterima dari Kelompok Tani ataupun ormas lainnya, maka Kesbangpol sebagai bagian dari Tim Terpadu Pengawasan Eksternal Ormas berkewajiban untuk menindaklanjutinya, itu perintah undang-undang,” ujarnya.

Baca Juga: Puncak Kemarau, Ratusan Hektare Sawah di Soppeng Terancam Puso

Terkait laporan/aspirasi yang disampaikan kelompok tani tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi ke Saber Pungli dan akan mempertemukan kelompok tani tersebut dengan LSM/Pers yang dimaksud.

Pihaknya juga mminta kepada ormas termasuk dalam hal ini LSM yang belum mendaftarkan atau terdaftar/melaporkan keberadaannya pada Kesbangpol untuk mengikuti ketentuan dan etika yang ada dan berlaku di Bumi Latemmamala, Soppeng.

Bagikan