Diduga Ilegal, 57 Kontainer Kayu Asal Papua Disita di Makassar

Diduga Ilegal, 57 Kontainer Kayu Asal Papua Disita di Makassar

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id, Makassar – Sebanyak 57 kontainer kayu ilegal asal Papua berhasil disita di Pelabuhan Sukarno Hatta,  Makassar. Kayu ini disita di perairan Makassar lantaran tidak memiliki dokumen dan izin resmi dari pemerintah.

Penyitaan ini dilakukan, Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan (DIT. PPH), Ditjen Gakkum LHK bersama Lantamal VI Makasar, Armada II TNI AL.

Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, menyatakan bahwa komitmen pemerintah dalam penyelamatan Sumber Daya Alam akan selaku ditingkatkan dan dilakukan berkesinambungan.

Rangkaian penyelamatan SDA Papua ini dilakukan bersama seluruh stakeholder mulai dari KPK, Ditjen PHPL, TNI AL, Ditjen Hubla, Ditjen Bea Cukai dan Pemerintah Daerah.

“Penyelamatan SDA Tanah Papua dimulai dengan post audit terhadap 10 industri di Papua dan menemukan pelanggaran berat, dilanjutkan dengan pada awal Desember 2018 berhasil mengamankan 40 kontainer di Pelabuhan Surabaya, dan hari ini menangkap dan menahan 57 kontainer.

Baca Juga

Dari hasil analisisa kita upaya yang kita lakukan ini telah memberikan efek dan tekanan pada pelaku dan mafia illegal logging, namun demikian kami belum puas, kami bersama tim gabungan akan tetap memberantas sampai hilangnya mafia-mafia yang sangat merugikan negara dan merusak sumber daya alam kita,” ujar Sustyo Iriyono, di Pelabuhan Sukarno Hatta, Selasa 8 Januari 2019.

Sementara itu, Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, sangat kuatir dengan kerusakan lingkungan hidup yang masih marak terjadi di Tanah Papua. Beliau menyatakan penyelamatan SDA tanah papua menjadi sangat prioritas mengingat hutan tropis alami Indonesia di Papua saat ini menjadi sasaran utama mafia pembalakan liar.

“Kami telah mendeteksi perubahan modus dan poIa-pola para mafia ini. tapi Ditjen Gakkum telah siap menghadapinya,” jelasnya.

Ditjen Gakkum telah memutahirkan dan meningkatkan kapasitas SDM dan sistem IT yang canggih untuk memberantas semua mafia SDA, baik pembalakan liar, pencemaran dan perusakan lingkungan maupun peredaran tumbuhan dan satwa liar.

Rasio Ridho Sani, menegaskan bahwa keberhasitan Operasi ini merupakan komitmen KLHK bersama KPK, TNI AL, Ditjen Hubla dan semua pihak yang terkait dalam memberantas pembalakan liar dan aksi penyelematan SDA Papua.

“Untuk Itu Ditjen Gakkum LHK saat mi sedang menjajaki kerjasama permanen dengan TN| AL dan para mum pihak Iainnya seperti TNI,Kepolisnan RI, Kementenan Perhubungan dan pihak-pihak lamnya yang berkaitan,” paparnya.

57 kontainer tersebut berisi 914 meter kubik dengan nilai 16,5 Miliar. Selain mengamankan kayu ilegal, petugas gabungan juga mengamankan 2 orang diduga sebagai pelaku dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.