Tim Gakkum KLHK Gagalkan Pengangkutan Kayu Gunakan Dokumen Palsu

Terkini.id, Makassar -Tim  Penyidik Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Sulawesi telah menangkap dan  menahan tersangka HJT (59) pemilik kayu beralamat di Desa/Kelurahan BuloBulo /Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. 

Dalam Penganggkutan Hasil hutan kayu tersebut menggunakan mobil Truk merek Toyota New Dyna 130 HT warna merah, nomor Polisi DD 8801  KU dari Desa Pambarea Kecamatan  Mori Atas,  Morowali Utara. Kayu-kayu tersebut dibawa ke UD. Nirwani  Kabupaten Bulukumba Propinsi Sulawesi Selatan menggunakan Dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) Kayu palsu. 

Untuk mengelabuhi petugas tersangka menyamarkan tumpukan kayu menggunakan karung yang berisi sekam padi. Kamis, 6 Januari 2022.

Baca Juga: Bahas Metode Evaluasi dan ‘EcoOffice’ Kapus P3E SUMA-KLHK Apresiasi Visitasi...

Penetapan sebagai tersangka ini setelah penyidik Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap tersangka HJT (59).  Tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan selama 20 hari, mulai 8 Januari sampai 27 Januari 2022.

Tersangka HJT (59) berperan sebagai pemilik kayu, menggunakan truk bermuatan 130 batang kayu yang disamarkan menggunakan 14 karung berisikan sekam padi. Kemudian HJT (59) telah ditahan dan dititipkan di Tahti Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Gakkum KLHK Jalin Kolaborasi dan Sinergitas Dengan Kejari Toli-Toli Provinsi...

“Penahanan tersangka terhadap HJT ini merupakan hasil operasi Peredaran Hasil Hutan, Tumbuhan dan Satwa Liar serta Pengamanan Hutan SPORC Brigade Anoa di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan, kata Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan dalam keterangan persnya. Senin, 10 Januari 2022.

Dodi Kurniawan menegaskan, perbuatan HJT ini merupakan tindak pidana kehutanan berupa mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu tanpa dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan kayu tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) palsu.

HJT (59) dijerat pasal 83 Ayat 1 Huruf b jo Pasal 12 huruf e Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagaimana telah diubah berdasarkan Pasal 37 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 88 ayat (1) huruf b Jo Pasal 14 huruf b dan/atau Pasal 88 ayat (1) huruf a Jo Pasal 16 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. HJT dikenakan hukum penjara maksimum 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar.

Baca Juga: Gakkum KLHK Jalin Kolaborasi dan Sinergitas Dengan Kejari Toli-Toli Provinsi...

“Saya perintahkan agar para penydik mendalamai kasus ini, serta membongkar jaringan perdagangan kayu illegal menggunakan dokumen palsu. Dalam upaya mencari dan menemukan pelaku lainnya, baik terlibat langsung maupun tidak langsung serta memperoleh  keuntungan dengan cara melanggar hukum,” ujar Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan.

Dodi berharap kerja-kerja Gakum ini bisa memberikan rasa keadilan, kepastian hukum dan efek jera kepada penjahat lingkungan hidup dan kehutanan.

“Dalam hal ini penyidik masih terus mendalami serta fokus mengungkap otak dan pemodal bisnis jaringan perdagangan kayu illegal ini dan apabila ada pihak-pihak yang berusaha untuk menghalang-halangi atau melindungi pelaku, penyidik Gakkum Sulawesi akan memproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tutup Dodi Kurniawan.

Bagikan