Terkini.id, Jeneponto – Kembali seorang kepala rumah tangga inisial N Bin Baco (25) warga Kampung Parang Boddong, Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Iya, kembali terjadi kasus bunuh diri dengan cara gantung diri. Korban merupakan warga Kampung Parang Boddong, Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, kejadiannya, kemarin, Selasa, 1 September 2020, sekitar pukul 08.30 Wita,” kata Kapolsek Bangkala, Iptu Bahtiar kepada terkini.id, Rabu, 2 Agustus 2020 melalui telpon selulernya.
Menurutnya, korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga karena himpitan ekonomi.
“Dugaan sementara karena faktor himpitan ekonomi, itu sesuai penyampaian orang tua korban, sampai sekarang belum kita temukan dugaan yang lain,” jelas Iptu Bahtiar.
Sebelumnya, S Bin Nyengka (25), warga Mallasoro II, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, ditemukan tergantung di dalam kamar tidurnya, Senin, 31 Agustus 2020, sekitar pukul 22.30 Wita.
- Atasi Stunting, Wakil Bupati Sidrap Tekankan Orang Tua Selektif dan Perhatikan Asupan Gizi Anak
- Temukan Ayam Tak Segar dan Masakan Kurang Matang, Andi Nirawati Minta Prosedur MBG Diperketat
- Rumah Quran di Maros Besarkan Bayi Selama 8 Bulan, Bantah Tudingan Menahan Anak Orang
- Bupati Sidrap Nyatakan Dukungan Penuh Pembentukan Brigif dan Yonif Teritorial Pembangunan
- Gubernur Andi Sudirman Beberkan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Bersama
“Sesuai keterangan dari Mina Binti Massiri (20) yang merupakan istri korban, kronologi kejadiannya bermula dari pertengkaran suami istri dan terlibat cekcok mulut didalam kamarnya,” kata Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.
Menurutnya, sebelum korban ditemukan tergantung, saat cekcok adu mulut, korban sempat mendorong dan melemparkan gulungan kasur kearah istrinya yang mengakibatkan istrinya terjatuh.
“Dari keterangan istrinya, saat didorong dan dilempar gulungan kasur, istrinya sempat tak sadarkan diri, korban ditemukan tergantung dengan seutas tali tepat di atas tempat tidurnya saat istrinya sadar dan berhasil keluar dari gulungan kasur,” kata AKP Syahrul.
Terkait penyebab Sudirman mengakhiri hidupnya dengan seutas tali, Kapolsek Bangkala, Iptu Bahtiar mengatakan, hingga saat ini Polisi belum menemukan adanya permasalahan sebelum korban tewas gantung diri.
“Sama dengan kasus yang terjadi di Kampung Parang Boddong, Desa Pappalluang, Kecamatan Bangkala Barat, yang hingga saat ini tidak ditemukan permasalahan lain, cuman dari keterangan keluarganya korban merupakan tulang punggung keluarga,” tuturnya.
“Karena dia tulang punggung dalam menghidupi keluarganya, kemungkinan besar bebean itu yang diduga menjadi penyebab sehingga korban mengakhiri hidupnya,” jelas Iptu Bahtiar.
Lebih lanjut Iptu Bahtiar mengatakan, di awal bulan September 2020, sudah dua korban gantung diri.
“Jadi kasus bunuh diri dengan cara gantung diri berturut-turut diawal bulan September 2020,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
