Diduga PHK Karyawan, Mal Daya Grand Square Didemo

Mal Grand Daya Square didemo akibat PHK Karyawan

Terkini.id, Makassar – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di depan Mal Daya Grand. Tak berselang lama, mereka menerobos masuk untuk bertemu dengan pihak mal.

Mereka menuntut kesewenang-wenangan pihak mal yang melakukan PHK kepada karyawannya tanpa melalui prosedur yang ada.

Perdebatan antara mahasiswa dan pihak mal pun terekam melalui video yang beredar. Berikut percakapannya.

“Apa alasan’ta PHK itu yang satu orang,” kata mahasiswa sambil menuding pihak mal, General Manager Mal Daya Grand, Asran.

Menarik untuk Anda:

“Ada juga yang dari marketing anda turunkan jabatannya jadi klening servis,” sambungnya lagi.

Saat Asran hendak memberi penjelasan, mahasiswa yang memakai topi tersebut langsung memotong pembicaraan, “Mereka melawan karena menuntut hak mereka, lantas Anda turunkan jabatannya jadi klening servis?” tanya mahasiswa.

“Tidak,” jawab Asran. “Semua kembali masalah disiplin,” sambungnya.

Mahasiswa tersebut lalu menimpali, “Mereka melawan karena menuntut haknya,” ucapnya.

“Tidak seperti itu,” jawab Asran lagi.

“Tetapi kenyataannya seperti itu pak. Jadi Anda akui saja kalau Anda salah. Anda akui saja, Anda melanggar UU atau tidak?” timpal si mahasiswa dengan nada keras.

“Saya akui,” kata Asran.

Mahasiswa lantas menarik toa alias pengeras suara di tangan Asran lalu pergi.

Untuk memastikan kebenaran video yang beredar, terkini.id lantas menghubungi pihak Mal Daya Grand. Asran mengatakan dirinya tak bisa bicara banyak lantaran belum mengetahui pokok soalnya.

“Saya tak bisa bicara banyak karena tidak jelas siapa karyawannya, dari mana. Harus jelas dan terperinci, sehingga saya bisa melakukan pengecekan apakah benar atau tidak,” kata Asran.

Selain soal PHK, sebelumnya juga diberitakan bahwa Mal Grand Daya Square diduga telah melakukan penipuan terkait kepemilikan kios di mal tersebut.

Salah seorang pemilik kios, Muhammad Arif telah melayangkan pelaporan ke Polda Sulsel dengan perkara tindak pidana penipuan terhadap pengelola Mal Daya Grand Square, Sainal Lonald.

Pelaporan tersebut, kata dia, sejak tanggal 19 Desember 2019. Ia bercerita, bahwa hal itu bermula saat dirinya hendak melunasi cicilan kios yang seharga Rp 279 juta.

Pada tahun 2017 dia hendak melakukan pelunasan pembayaran sisa angsuran kios. Ia mengaku, saat itu, dirinya sangat membutuhkan sertifikat dan akte jual beli kios.

“Ternyata pada saat cek sertifikat belum keluar,” kata Arif beberapa waktu lalu.

Pihak pengelola, kata dia, selalu berupaya memperlambat dengan memberi janji. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan sertifikat.

Pada 18 Agustus 2017, Arif lantas bersurat kepada Direktur Utama PT Makassar Rezky Cemerlang sekiranya dapat menerbitkan sertifikat dan akte jual beli tanah.

“Saya tidak mau pelunasan sebelum terbit sertifikatnya,” ungkapnya.

Arif menjelaskan bahwa selama ini dirinya membayar melalui pengelola. Ia mengaku memulai menyicil kios Mal Daya Grand Square sejak 2014.

Saat itu, kata Arif, Mal belum selesai pembangunan. Sebelum kasus ini menguap, ia telah memberi somasi kepada pihak pengelola namun tak ada tanggapan.

Sebelumnya, Arif juga telah melaporkan masalah ini kepada DPRD Kota Makassar. Namun, hingga detik ini belum ada respons.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Positif COVID-19, Wagub Riza Patria Imbau Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol 3M

Rizieq Shihab Tolak Ditracking COVID-19, Doni Monardo: Kami Akan Tindak Tegas

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar