Merasa Ditipu, Pemilik Kios Polisikan Pengelola Mal Daya Grand Square

Terkini.id, Makassar – Wiraswasta, Muhammad Arif telah melayangkan pelaporan ke Polda Sulsel dengan perkara tindak pidana penipuan terhadap pengelola Mal Daya Grand Square, Sainal Lonald.

Pelaporan tersebut, kata dia, sejak tanggal 19 Desember 2019. Ia bercerita, bahwa hal itu bermula saat dirinya hendak melunasi cicilan kios yang seharga Rp 279 juta.

Pada tahun 2017 dia hendak melakukan pelunasan pembayaran sisa angsuran kios. Ia mengaku, saat itu, dirinya sangat membutuhkan sertifikat dan akte jual beli kios.

“Ternyata pada saat cek sertifikat belum keluar,” kata Arif di Mal Daya Grand Square, Kamis, 19 Desember 2019.

Pihak pengelola, kata dia, selalu berupaya memperlambat dengan memberi janji. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan sertifikat.

Menarik untuk Anda:

Pada 18 Agustus 2017, Arif lantas bersurat kepada Direktur Utama PT Makassar Rezky Cemerlang sekiranya dapat menerbitkan sertifikat dan akte jual beli tanah.

“Saya tidak mau pelunasan sebelum terbit sertifikatnya,” ungkapnya.

Arif menjelaskan bahwa selama ini dirinya membayar melalui pengelola. Ia mengaku memulai menyicil kios Mal Daya Grand Square sejak 2014.

Saat itu, kata Arif, Mal belum selesai pembangunan. Sebelum kasus ini menguap, ia telah memberi somasi kepada pihak pengelola namun tak ada tanggapan.

Sebelumnya, Arif juga telah melaporkan masalah ini kepada DPRD Kota Makassar. Namun, hingga detik ini belum ada respons.

Selain itu, Uga, pemilik kios, mengatakan ia mulai menyicil kios di Mal Daya Grand Square pada tahun 2014.

Saat ini, kata Uga, dirinya sudah melakukan pelunasan terhadap kios tersebut namun juga belum mendapatkan sertifikat akte kepemilikan.

“Sertifikat itu dijaminkan di BNI, tetapi karena kreditnya macet maka sertifikatnya dilelang,” paparnya.

Ia pun mengaku kecewa terhadap pihak pengelola dan merasa dipermainkan. Seharusnya, kata dia, begitu ada pelunasan sertifikatnya sudah diberikan.

Remedial and Recovery BNI Wilayah Makassar, Farid, mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya penyelesaian kredit terhadap kasus tersebut. Tetapi, bukan berkaitan dengan tenant-tenant yang ada di Mal Daya Grand Square.

“Masalah ini berurusan langsung dengan nasabah BNI. Dia yang harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

Pihak BNI sudah melakukan 4 kali lelang dalam setahun namun belum terjual lantaran belum ada investor yang berminat.

“Calon-calon investor memikirkan nasib tenant-tenant karena angkanya lumayan besar,” paparnya.

Ia mengatakan, bila dikompensasi antara hutang kepada BNI ditambah kewajiban kepada tenant maka harga Mal ini menjadi mahal.

Kewajiban yang harus dibayarkan pihak manjemen Mal Daya Grand Square kepada BNI sekitar 97 miliar.

“Karena ini uang negara maka kami akan kembalikan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pengelola Mal Daya Grand Square enggan dimintai keterangan dengan alasan masalah tersebut masih sementara proses penyelesaian.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ihwal Safari Dakwah Rizieq Shihab di Makassar, Ini Kata Pj Wali Kota Rudy

Satu Bioskop Melanggar Protokol Covid-19, Dispar Makassar: Seluruh Bioskop Tutup

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar