Terkini.id, Makassar – Ketua Komunitas RT/RW Makassar (KR2M), Salahuddin MN mengecam perilaku pejabat pemerintah yang tak netral di Pilkada 2020.
Hal itu setelah rekaman diduga suara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ujung Tanah, Andi Syaiful beredar luas dan menjadi perbincangan publik.
Dia meminta Kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar bekerja profesional untuk menindaklajuti rekaman tersebut. Bahkan dia mendesak agar Sekcam Ujung Tanah dinonjobkan dari jabatannya.
“Kita serahkan dulu ke Panwas, karena itu tugas mereka. Tapi kalau Panwaslu (Bawaslu) beberapa hari ini tidak ada penyelesaian, maka kami RT/RW Ujung Tanah turun mendesak agar Sekcam itu dinonjobkan, karena sudah melanggar aturan ASN,” kata dia di Jalan Tinumbu, Kelurahan Tabaringan, Jumat, 6 November 2020.
Kepada seluruh Ketua RT/RW dan masyarakat lainnya, Daeng Udin, sapaannya, meminta untuk tidak mengikuti perintah Sekcam Ujung Tanah.
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
Dia pun meminta masyarakat mengawasi jalannya Pilwalkot Makassar 2020 dari ASN yang berpolitik praktis.
“Kalau masyarakat itu, kalau sudah tahu kinerja Pak Danny, Insya Allah tidak akan ikut dengan itu (perintah Sekcam). Tetap kita awasi, tetap kita sampaikan ke masyarakat jangan dengar itu, karena itu sudah pelanggaran Pilkada, melanggar aturan,” ungkapnya.
Sementara, Ketua RW di Patingalloang Baru, H Jubir Dahlan meminta kepada pemerintah pusat untuk bertindak. Lantaran pada rekaman tersebut, Sekcam Ujung Tanah juga menyeret beberapa nama pimpinan pemerintahan.
“Mendegar video yang beredar itu, saya selaku ketua RW sangat tidak setuju karena saya tahu persis bahwa pemerintah, seorang ASN itu harus betul-betul netral,” kata dia.
H Jubir menegaskan bila pemerintah tidak bertindak, maka masyarakat yang akan bertindak.
“Saya minta ini disebarkan bicara saya ini. Karena kenapa, itu sekcam dia sebutkan gubernur, dia sebut lagi (Pj) wali kota, dia sebut lagi camat,” ujarnya.
Untuk diketahui, rekaman itu viral di media sosial. Pada rekaman berdurasi 10.22 menit itu, terdengar suara diduga Andi Syaiful. Memimpin rapat yang sifatnya rahasia.
Mengawali pembicaraannya, Andi Syaiful yang tengah rapat bersama tenaga kontrak itu mengatakan atas perintah atasannya, Andi Unru selaku camat.
“Saya sengaja tidak pake mic (pengeras suara), saya kumpulkan HP saudara, oleh karena ultimatum yang saya sampaikan ini sifatnya rahasia. Ini untuk kepentingan kita bersama,” katanya pada rekaman suara itu.
Andi Syaiful lewat rekaman itu pun diduga mengarahkan tenaga kontrak untuk mendukung salah satu kandidat.
Dia bahkan mengancam para tenaga kontrak. Jika tidak mengikuti perintah tersebut, maka kontraknya tidak lagi diperpanjang atau dengan kata lain dipecat.
Selain tenaga honorer, turut hadir beberapa Ketua RT, Petugas PPS dan Panwascam.
Sementara, saat ini para Camat dan Lurah se-Kecamatan Ujung Tanah tengah melakukan rekreasi di Pulau Dewata, Bali. Juga, seluruh camat dan lurah se-Kota Makassar. Meninggalkan tugasnya melayani masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
