Terkini, Jeneponto – Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto digeruduk sejumlah anggota pergerakan pemuda, Senin, 23 Desember 2024, untuk menuntut transparansi terkait dugaan mark up anggaran pengadaan ternak kuda, sapi, dan kambing.
Dalam unjuk rasa itu, pengunjuk rasa terlihat membentangkan spanduk yang bertuliskan “Periksa penyedia, kuda 12 ekor Rp. 795 Juta, Sapi 27 Ekor 310 Juta, Kambing 90 ekor Rp. 215 Juta, tangkap dan adili Kadis pertanian, Kabid peternakan dan 3 perusahaan penyedia.
Aksi tersebut berujung ketegangan, bahkan Kepala Dinas Pertanian, Ahmad, terlihat naik pitam saat dituding dapat bagian dan dimintai penjelasan langsung oleh demonstran.
Dalam orasinya, perwakilan pemuda menuding adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang diajukan dengan realisasi pengadaan ternak. “Kami menduga kuat telah terjadi mark up yang merugikan masyarakat. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk pemberdayaan petani justru dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” ujar Edy Heriyanto.
Edi Heriyanto menegasmenegaskan dalam orasinya, meminta data nama kelompok penerima bantuan ternak indukan kuda, sapi, dan juga kambing.”Kami juga meminta kepada Kadis Pertanian dan Kabid Peternakan untuk memperlihatkan petunjuk teknis penyaluran bantuan ternak,” Tegasnya.
- DPP NasDem Tetapkan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse di DPR RI
- Terpilih Aklamasi, H. Irfan Darmawan NM Pimpin IBCA MMA Kota Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Inovasi Makassar Berjasa, 1.005 Agen PERISAI Resmi Bertugas
- Milad ke-63, Unismuh Makassar Mantapkan Langkah Menuju 1.000 Kampus Terbaik Dunia
- Nyaman, Aman, dan Praktis, Hyundai New CRETA Jawab Kebutuhan Mobilitas Urban di Makassar
Sementara, Subair Deta juga menantang pihak Dinas Pertanian dalam hal ini Kabid Peternakan untuk menyandingkan datanya dengan data temuannya dilapangan,
“Kita ingin pihak Dinas Pertanian, Bidang Peternakan agar terbuka terkait data penerima ternak indukan yang menelan anggaran kurang lebih 1 miliar,” Jelas Subair Deta.
Dimana Pengadaan Kuda 12 ekor dengan anggaran Rp 795 juta, disalurkan melalui CV. Sang Dwija Amawabhumi kepada tiga kelompok. Pengadaan Sapi 27 ekor dengan anggaran Rp 310 juta, yang diduga tidak jelas kepemilikannya di beberapa Desa. Dan pengadaan Kambing 90 ekor dengan anggaran Rp 215 juta, namun penerimanya tidak disebutkan secara rinci.
Sementara Ahmad Tunru Kadis Pertanian Menyampaikan bahwa itu semua sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.
“Disaat penyaluran bantuan ternak indukan bibit kuda dan ternak sapi di dampingi oleh pihak terkait,” Katanya
Drh Nurliani Syamsul Kabid Peternakan juga menyampaikan apapun temuan teman – teman temukan dilapangan serahkan kepada kami dan tentunya kami terima dengan baik
“Mudah- mudahan aspirasi teman – teman ini menjadi koreksi untuk kinerja kami kedepan, dan juga program ini masih tahap berjalan,” Ujarnya.
Meski demikian, para demonstran tetap mendesak adanya audit independen terhadap penggunaan anggaran tersebut. Mereka juga menyerukan agar pihak BPK dan Polda Sulsel segera mengambil tindakan tegas.
Aksi massa ini mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pengawasan anggaran pemerintah. Namun, hasil penyelidikan mendalam masih dinantikan untuk membuktikan kebenaran dugaan yang mencuat ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
