Terkini.id, Makassar – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya memulai program digitalisasi pasar dengan cara bekerjasama dengan layanan jasa keuangan digital LinkAja.
Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya Roel Syafrullah mengatakan, kerjasama ini akan membuat transaksi pedagang dan pembeli menjadi nyaman dan efisien.
“Ini program yang sudah lama kami impikan,” kata Roel kepada wartawan, Selasa 3 Desember 2019.
Roel mengatakan, dengan transaksi digital, pedagang dan pembeli tidak lagi khawatir dengan uang rupiah pecahan kecil. Masyarakat tidak perlu membawa dompet untuk menyimpan banyak uang tunai.
Selama ini pedagang dan pembeli mengeluh, sulit mendapatkan uang pecahan kecil untuk kembalian. “Dengan uang digital, biar satu rupiah bisa dikembalikan,” ungkap Roel.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Pemanfaatan pembayaran digital juga akan meningkatkan pendapatan PD Pasar. Semua retribusi yang setiap hari dipungut oleh kolektor akan dialihkan ke Link Aja.

Jumlah pedagang yang tercatat di pasar-pasar Kota Makassar sekitar 6 ribu. Mereka berjualan di dalam ruko, kios, atau lapak-lapak.
Setiap hari PD Pasar memungut retribusi Rp 5 ribu untuk setiap pedagang. Potensi pendapatan PD Pasar Rp 30 juta setiap hari.
“Dengan sistem digital, tidak akan ada lagi kebocoran pendapatan,” kata Roel.
Roel berharap semua pedagang di pasar-pasar yang dikelola PD Pasar segera beralih ke sistem pembayaran digital. Pasar Pabaeng-baeng akan menjadi percontohan bagi pasar lain di Kota Makassar. Sebanyak 124 pedagang di Pabaeng-baeng sudah mulai memanfaatkan sistem ini.
“Kami target semua pedagang menggunakan pembayaran digital,” katanya.
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Samad Suhaeb yang meluncurkan sistem pembayaran digital di Pasar Pabaeng-baeng mengatakan, pembayaran digital akan menyingkirkan preman pasar. Semua pungutan-pungutan liar akan hilang.
“Kita berharap teknologi ini bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang,” katanya.

Direktur Operasi LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, tujuan utama LinkAja hadir di pasar tradisional seperti Pasar Pabaeng – baeng, untuk membiasakan warga Makassar menggunakan transaksi non tunai.
“Dalam kegiatannya sehari-hari,” ujar Haryati.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
