Dihadapan Calon Mahasiswa Baru, Direktur Polbangtan Gowa Beri Rahasia Sukses di Polbangtan

Direktur Polbangtan Gowa, Dr. Syaifuddin

Kementerian Pertanian melalui Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah melaksanakan pendidikan vokasi di 6 Politeknik Pembangunan Pertanian dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia serta 3 Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan. Ditengah pendemi Covid 19 ini sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan, untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas yang mampu terus menggerakkan dan mengembangkan pembangunan pertanian. 

Dalam menciptakan dan melahirkan Regenerasi Petani Milenial dan dalam memasuki masa perkuliaha tahun akademik barum Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa secara virtual melaksanakan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA) bagi calon mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Tahun Akademik 2020/2021.

Melalui Agriculture Operational Room (AOR), Direktur Polbangtan Gowa secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan tema “Menjadi Generasi Milenial Yang Berkarakter, Maju, Mandiri dan Modern, yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari terhitung tanggal 5-7 Oktober. Senin, (05/10).

Sebanyak 261 calon mahasiswa baru Polbangtan Gowa mengikuti Mabidama secara virtual, terdiri dari Jurusan Pertanian 135 orang untuk 2 (dua) program studi, dan Jurusan Peternakan 126 orang juga dari 2 (dua) program studi, Aminuddin laporannya sebagai ketua panitia PMB 2020.

Dr. Ir. Syaifuddin, MP dalam arahannya pada saat pembukaan menyampaikan kepada seluruh calon mahasiswa tentang program-program utama Kementerian Pertanian, ada Komando Strataegis Pembangungan Pertanian (Kostratani) yang basisnya di BPP sebagai pusat belalar petani. Ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan, ada program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Ini semua wajib kalian ketahui.

Menarik untuk Anda:

Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) juga menjadi program andalan Kementerian Pertanian (Kemtan) dalam rangka regenerasi petani. Ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian.

PWMP merupakan kegiatan Kemtan untuk mewujudkan regenerasi petani, yang dirancang untuk mengembangkan peluang bisnis bagi pemuda dan sarjana pertanian mampu menjadi job creator atau pencipta lapangan kerja di sektor pertanian khususnya subsektor agribisnis.

Diakhir, Direktur Polbangtan Gowa tak lupa memberikan selamat kepada seluruh calon mahasiswa, karena telah menjadi pilihan dari ribuan pendaftar. “Sebagai mahasiswa, kalian wajib belajar, belajar dan belajar, itu kunci sukses di Polbangtan Gowa”, ujar Syaifuddin.

Beberapa materi yang akan disajikan pada Mabidama kali ini, diantaranya wawasan kebangsaan dan kedisiplinan, kegiatan akademik dan kerjasama, adaptasi diri kampus dan tata kehidupan, pengenalan akademik dan pengenalan kurikulum, untuk hari pertama. Dihari ke-2 camaba akan mendapatkan materi tentang pembinaan karakter, pengenalan dasar pramuka, pengenalan lingkungan kampus/TEFA dan pengenalan aplikasi Smart Campus. Sedangkan pada hari ke-3, camaba akan dikukuhkan oleh Ketua Senat Polbangtan Gowa dan berhak menyandang mahasiswa baru Polbangtan Gowa sebagai mahasiswa tingkat I.

Mentan Syahrul Yasin Limpo, tentang pendidikan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Teori yang selama ini mendominasi pendidikan  perlu diganti dengan praktek yang disinergikan dengan teori. Pendidikan vokasi mengajarkan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis yang harus dilakukan. Tak hanya itu  Pendidikan vokasi juga menanamkan karakter yang didapatkan dari pengalaman dan pendekatan perilaku.

SYL mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan. Penggerak sektor pertanian adalah para pemuda milenial. Didukung teknologi modern. “Maka dunia dalam genggaman kalian. Saya makin percaya anak muda yang terjun di bidang pertanian punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik,” tutur SYL saat video conference bersama Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) se-Indonesia beberapa waktu lalu.

Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi menambahkan pendidikan vokasi dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menghasilkan Qualifies Job Seeker dan Job Creator.  Generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Tak hanya itu Kementan juga  meningkatkan sarana penunjang proses pembelajaran siswa/mahasiswa  dan Kerjasama dengan DUDI maupun instansi pendidikan lain untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Semoga dengan segala upaya Kementan, dapat lahir generasi milenial yang dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian,” ungkap Dedi.  (MUZ).

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan, BEM Unsa Makassar Gelar Bazar Penggalangan Dana Mubes

Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementerian Pertanian

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar