Terkini.id, Jakarta – Profesor Henry Subkiato, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Komunikasi memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang membandingkan UU ITE dan kitab suci.
Henry menegaskan bahwa kitab suci dan UU berbeda, namun keduanya sama-sama bisa diinterpretasikan bermacam-macam oleh manusia.
“UU bukan kitab suci, UU bisa disempurnakan, direvisi, dan diubah. Kitab suci sakral, apa adanya. Tapi manusia bisa menginterpretasikan keduanya secara berbeda-beda,” tegasnya melalui akun twitter @henrysubiakto pada Minggu, 21 Februari 2021.
Adapun pernyataan Henry Subiakto sebelumnya yang membanding kitab suci dan UU ITE ia sampaikan melalui sebuah diskusi diskusi bertema ‘UU ITE Bukan Revisi Basa-Basi’ yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 Februari 2021
“Tidak berarti kalau ada kasus buruk dengan interpretasi salah, UU itu harus diubah. Coba Anda lihat kitab suci pun sering ditafsir masing-masing dan salah, tapi kan tidak langsung mau diubah,” ujar Henry dalam diskusi tersebut seperti dilansir dari Tempo.co.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
- PT Kalla Inti Karsa Borong Empat Penghargaan Indonesia Sustainability Award 2026
- Wali Kota Makassar: Sensus Ekonomi 2026 Kompas Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Makassar
- Great World Circus 2 On Ice Kembali Hadir di Makassar, Hadirkan Sensasi Musim Dingin dan Atraksi Kelas Dunia
- Kampanyekan #Cari_Aman, Asmo Sulsel Ajak Pengguna PCX160 Nikmati Wisata Alam Bersama Keluarga
Namun pernyataannya tersebut mendapatkan kritikan dari berbagai pihak, termasuk narasumber lain dalam diskusi tersebut.
Pratama Persadha, Chairman lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC yang juga hadir dalam diskusi menyanggah bahwa kitab suci tidak seharusnya disamakan dengan undang-undang.
“Kita suci beda dong prof. Henry dengan undang-undang,” balas Pratama.
Setelah pernyataan Henry Subiakto dalam diskusi tersebut tersebar, ia pun juga mendapat kritikan dari beberapa tokoh dan juga warganet.
Salah satu yang memberikan kritikan keras yaitu Ustaz Tengku Zulakarnain.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
