Dinamika Opini Publik Dalam Konsumsi Konten Multimedia Keislaman

Dinamika Opini Publik Dalam Konsumsi Konten Multimedia Keislaman

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Kehadiran media sosial mengubah pola dakwah yang sebelumnya bersifat satu arah menjadi lebih interaktif.

Da’i maupun konten kreator kini menjadi aktor digital yang berperan dalam membentuk persepsi keagamaan masyarakat. Namun, peralihan dakwah dari mimbar tradisional ke ruang digital juga menghadirkan tantangan baru, salah satunya adalah maraknya penyebaran informasi yang menyesatkan atau berita hoaks.

3. Konsumsi Konten Antara Nilai Edukatif dan Unsur Hiburan

Masyarakat, terutama generasi muda cenderung menyukai konten keislaman yang dikemas ringan dan visual seperti video berdurasi singkat, animasi atau potongan ceramah inspiratif.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan dakwah yang kontekstual dan mudah dipahami. Namun di sisi lain, kecenderungan untuk mengejar popularitas sering kali membuat esensi dakwah bergeser dari tujuan edukatif menjadi sekadar hiburan.

Baca Juga

4. Fenomena Viral dan Arus Opini

Setiap kali topik keislaman menjadi viral baik soal toleransi, peran perempuan atau politik Islam opini publik cenderung terbelah.

Media sosial memperkuat ruang gema (echo chamber) di mana orang hanya mendengar pendapat yang sejalan dengan pandangannya.

Sebagian masyarakat masih menilai suatu isu dari perspektif yang sempit tanpa berupaya memahami berbagai sudut pandang lainnya.

Karena itu, literasi digital keagamaan sangat penting agar masyarakat tidak mudah terseret arus informasi yang bias dan memecah belah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.