Dinas Lingkungan Hidup Buka Posko Pengaduan Terkait Pencemaran Limbah Perusahaan

Dinas Lingkungan Hidup
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Chairul Fahri. (foto: Ist)

Terkini.id, Makassar – Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Chairul Fahri, mengatakan DLH membuka posko pengaduan ihwal pencemaran limbah perusahaan dan industri.

“Kita buka posko pengaduan, memang ada bidang khusus yang menangani pengaduan dan sengketa,” kata dia saat ditemui di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Kamis, 23 Mei 2019.

Setelah ada laporan, Chairul menyebut akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait pencemarannya, izinnya, ruang terbuka, dan keluhan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

“Kalau kita sudah tangani, kita mengoper ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk ditindaklanjuti,” paparnya.

Berdasarkan pengamatannya di lapangan, Chairul menilai hampir setiap perusahaan yang mereka datangi tak pernah berjalan mulus.

“Mereka privasi, mereka larang kita masuk, tapi kalau kita bawa surat tugas kita bisa backup,” kata dia.

Chairul pun mencontohkan beberapa industri yang sering kali membandel saat hendak diperiksa. Chairil mengatakan mereka bahkan hendak melaporkan pihaknya ke polisi.

“Sudah ditindaklanjuti semua, dengan memberi teguran dan pembekuan izin sementara,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa setelah dibekukan mereka sudah tak bisa beroperasi lagi. Hanya saja, ia melihat kenyataannya mereka tetap beroperasi di sana.

“Saya nda tahu siapa di belakangnya,” terangnya.

Chairul: DLH punya kapasitas menyegel perusahaan yang bersangkutan

Berdasarkan prosedur, Chairul mengatakan DLH hanya sebatas memberikan laporan terkait tindak lanjut izin perpanjangan lalu melaporkan ke Provinsi dan Provinsi mengirim ke pusat.

“Yang bisa menyegel adalah kementerian,” jelasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, ia menyebut prosedur memang ribet, padahal Dinas Lingkungan Hidup punya kapasitas untuk melakukan penyegelan.

“Tapi kita tahu sendiri, di situ banyak kepentingan,” katanya.

Meski begitu, ia menilai tetap tak akan melakukan pembiaran dan tetap bekerja sesuai prosedur dengan menyurati sebanyak tiga kali dan kalau tak diindahkan baru kita turun.

“Turun langsung pengawasan, pemantauan IPAL di sana,” ujarnya.

Terakhir, dia mengatakan bahwa sebenarnya sedikit lagi mereka akan disegel. Hanya saja, kata dia, ada orang yang bermain di situ.

“Orang punya kepentingan di situ,” terangnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini