DLH Tanam 200 Pohon Tabebuya, Diproyeksi Jadi Objek Wisata Baru

DLH Tanam 200 Pohon Tabebuya, Diproyeksi Jadi Objek Wisata Baru

K
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar telah menanam sebanyak 600 Pohon Tabebuya di Jalan Perintis dan Jalur baru Perintis Leimena awal tahun 2020 lalu.

Bunga Tabebuya tersebut ditanam atas kerjasama pihak swasta melalui dana CSR. Ada dua jenis Tabebuya yaitu Kuning dan Merah Muda.

Sebanyak 200 Tabebuya Merah Muda ditanam di median Jalan Perintis-Laimena. Sementara 400 Tabebuya Kuning ditanam di Jalan Perintis mulai dari M’Tos hingga Unhas.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Bahar Chambolong memproyeksikan pohon-pohon tersebut akan berbunga dalam tiga tahun ke depan. Tepatnya tahun 2024 mendatang.

Hal ini akan menjadi daya tarik baru di Kota Makassar. Pasalnya Bunga tersebut digadang-gadang mirip dengan bunga Sakura asal Negeri Matahari Terbit, Jepang.

Baca Juga

“Jadi nanti sekitar tiga tahun ke depan itu baru berbunga, kita tanam di tengahnya itu tembusan baru yang Jalan Tembusan Lameina ada 200, dan ada juga 400 kita tanam dari depan M’Tos sampai pintu satunya Unhas, di sana sudah ada sedikit bunganya,” kata Bahar, Minggu, 11 April 2021.

Bahar mengatakan pada tahap awal tersebut pihaknya masih menyimpan cadangan pohon Tabebuya untuk dijadikan cadangan jika sepanjang dua ruas jalan tersebut ada yang mati.

“Jadi dia nanti bagus karena satu ragam nanti dia di sana itu,” lanjutnya.

Pohon asal Brazil tersebut dinilai cukup estetik untuk ditanami di seluruh wilayah Kota Makassar. Bahar mengatakan daerah lain telah lebih dulu melakukan penanaman pohon tersebut.

Seperti Kota Surabaya, hasilnya dianggap cukup memuaskan dan terbukti menjadi objek wisata baru di sana. Utamanya saat bunga-bunga tetsebut berguguran.

Bahar melanjutkan untuk tahap pertama pihaknya masih akan melihat perkembangan pohon tersebut. Jika nantinya benar-benar potensial maka penambahan untuk wilayah lain di Makassar bisa saja dilakukan dengan menggaet perusahaan lewat dana CSR.

“Jadi kita sebenarnya sudah tingkatkan, kemarin itu di Jalur Tembusan Lamena saja. Tapi kita tambah di M’Tos sampai Pintu Satu Unhas, nah ini kita lihat dulu mungkin bisa ditambah lagi,” jelas dia.

Bahar mengatakan penambahan tersebut juga menyikapi menyusutnya jalur hijau median jalan di Kota Makassar. Salah satu contohnya di Jalan AP Pettarani yang kini telah ditutupi beton. Kehadiran Tabebuya tersebut diharapkan bisa menambah jalur-jalur hijau di Kota Makassar.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Kemitraan Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Makassar, Novi Narilla melaporkan perlu adanya penamambahan kembali jalur hijau kota.

Pasalnya, beberapa jalur median hijau di Jalan Pettarani Makassar dilaporkan sempat berdampak signifikan terhadap luasan jalur hijau kota. Sebanyak ratusan pohon dihilangkan akibat pengerjaan jalan tol.

“Sebenarnya kalau mau hitung RTH itu dilihat luasan lahannya, kalau jalur hijau memang ada pengurangan, karena jalur median di Pettarani itu hilang tidak ada lagi RTH-nya,” tukasnya.

Pihaknya juga terus melakukan penambahan jumlah pohon untuk memastikan jalur hijau kota tetap tinggi, salah satunya lewat penanaman di jalur median kota.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.