Masuk

Dinilai Picu Terorisme, Tokoh Syiah Ini Minta 26 Ayat dalam Al-Qur’an Dihapus

Komentar

Terkini.id, Internasional – Tokoh Syiah Waseem Rizvi’s asal India Waseem Rizvi’s mengajukan permohonannya kepada Mahkamah Agung India perihal menghapus 26 ayat dalam Al-Qur’an.

Waseem Rizvi’s menilai bahwa sebanyak 26 ayat Alquran itu bersifat provokatif untuk ‘mengundang’ aksi terorisme, kekerasan dan jihad.

Dalam permohonannya, Waseem menilai bahwa ayat-ayat itu bukan asli merupakan firman Allah.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Terima Kedatangan Ahlulbait Indonesia, Netizen Ramai-ramai Ingatkan Bahaya Syiah

Ayat-ayat tersebut ialah manusia yang baru ditambahkan oleh tiga pemimpin Islam usai Nabi Muhammad SAW.

“Ayat-ayat ini ditambahkan ke dalam Alquran, oleh tiga Khalifah pertama, untuk membantu ekspansi Islam melalui perang,” ujar Waseem, dikutip dari Fajar Indonesia Network, Selasa, 30 Maret 2021.

“Bahwa setelah Muhammad, Khalifah pertama Hazrat Abu Bakar, yang kedua Khalifah Hazrat Umar dan yang ketiga yaitu Hazrat Usman merilis Quran sebagai buku, berdasarkan dakwah lisan Mohammad Sahab. Ini diwariskan dari generasi ke generasi,” imbuhnya.

Baca Juga: Ngotot Ratusan Ayat Alquran Dihapus, Pendeta Saifudin Ibrahim: Mayoritas Tidak Adil ke Minoritas

Di samping itu, permohonan Waseem ini mengundang sejumlah reaksi dari sejumlah tokoh Islam.

Banyak pemuka Agama menilai bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci Allah, oleh karena itu Allah pasti akan menjaganya.

Beberapa ulama juga meyakini bahwa tak ada satu katapun yang diubah dan keaslian dari Al-Qur’an dijamin dijaga oleh Allah. 

Sekretaris Jenderal Dewan Hukum Pribadi Muslim Seluruh India, Maulana Wali Rahmani juga memprotes keras mengenai permohonan Waseem Rizvi.

Baca Juga: Kiyai Muhammad Ishaq Lasem: Rusaknya NU Itu Sejak Zaman Gus Dur!

Ia menilai bahwa Waseem hanya sekadar membuat sensasi dengan tujuan meretakkan persatuan Islam.

“Masalah ini tidak mempengaruhi satu sekte Muslim, tetapi semua Muslim di seluruh dunia baik itu Syiah, Sunni, Bohras, Barelvis, Deobandis atau Ahle Hadidth,” tutur Maulana.

Ia menegaskan bahwa pernyataan Waseem takkan dipercaya oleh umat muslim.

“Tak satupun dari mazhab Islam manapun yang dapat mengatakan bahwa Quran yang kita miliki bukanlah asli satu, tetapi telah dirusak. Tidak ada Muslim yang percaya ini dan Rizvi terkenal karena menciptakan keretakan di antara Muslim komunitas muslim,” pungkasnya.