Dipanggil MUI Soal Video Salib, Ustad Somad Tegaskan Tak Perlu Minta Maaf

Ustad Abdul Somad
Ustad Abdul Somad. (Foto: Kontenislam)

Terkini.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memanggil Ustad Abdul Somad (UAS) untuk dimintai klarifikasinya terkait video ceramahnya soal salib yang kini tengah viral di media sosial.

Memenuhi panggilan tersebut, UAS tiba di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu 21 Agustus 2019, pukul 15.52 WIB dengan menggunakan mobil SUV hitam.

MUI mengundang UAS untuk bertabayun mengenai ceramahnya tentang salib yang viral belakangan ini.

MUI menegaskan pihaknya menjadi mediator dalam menyelesaikan kasus UAS ini agar masalah tersebut cepat selesai.

Saat pertemuan dengan MUI berlangsung, UAS menegaskan dirinya tak perlu minta maaf atas kontroversi soal video salib tersebut.

Menurutnya, yang ia bicarakan dalam video itu adalah soal akidah Islam, yang disampaikan di internal umat.

“Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung, apakah saya musti meminta maaf. Contoh, dalam Islam dikatakan, Sesungguhnya, maaf, sesungguhnya, maaf, memang bunyi ayatnya begitu, sesungguhnya kafir lah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga. Saya jelaskan itu di tengah umat Islam. Otomatis orang luar yang mendengar itu tersinggung atau tidak, tersinggung, apakah perlu saya minta maaf. Udah terjawab. Karena ajaran saya,” kata Abdul Somad, dikutip dari Detik, Rabu 21 Agustus 2019.

“Kalau saya perlu minta maaf berarti ayat itu perlu dibuang, nauzubillah,” tandasnya.

Dirinya, kata UAS, tak mungkin mengatur satu persatu perilaku umat yang menghadiri pengajiannya, termasuk melarang merekam dan menyebarkannya.

“Tak mungkin pula saya membuat perjanjian agar peserta pengajiannya tak merekam dan menyebarkannya. Saya di mana-mana ceramah tak mungkin saya tanya orang satu persatu, matikan hp matikan. Saya di mana-mana ceramah, hp orang hidup, orang merekam, tak bisa saya larang itu karena dia mau mendapat pengajian,” ujar Abdul Somad.

“Tak mungkin pula saya buat perjanjian semua yang mau masuk ke sini materai enam ribu, tak boleh disebarkan. Payah kali lah ceramah sekarang ini kalau begitu,” tambahnya.

Seperti diketahui, video UAS yang membahas salib beredar luas di media sosial. UAS sendiri sudah menyampaikan klarifikasi dan menyebut ceramahnya dilakukan di forum internal tertutup.

Lantaran video tersebut, setidaknya ada empat pihak yang telah melaporkan UAS, yaitu Horas Bangso Batak (HBB), seorang dosen universitas swasta di Jakarta bernama Manotar Tampubolon, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Presidium Rakyat Menggugat (PRM).

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Bupati Gowa Jadi Irup Peringatan HUT PMI ke-74

Terkini.id,Gowa - Bupati Gowa yanh sekaligus sebagai Ketua terpilih PMI Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Apel Bersama Jajaran Polres
News

Gubernur Sulsel Masuk Jadi Calon Menteri Pertanian

Terkini.id -- Dalam situs detik.com/jokowi-cari-menteri, nama Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah masuk dalam daftar calon Menteri Pertanian, jelang pelantikan dan pembentukan kabinet presiden dan