Terkini.id, Jakarta – Kopral Kepala (Kopka) Ade Casmita adalah anggota Armed Kostrad TNI Angkatan Darat (AD) yang mengalami stroke hingga kelumpuhan usai disengat tawon ndas saat bertugas.
Kopka Ade kini hanya bisa terbaring tak berdaya di tempat tidur dan duduk lemas di kursi roda dengan dirawat oleh sang istri dan ketiga anaknya di Subang, Jawa Barat.
Untuk bertahan hidup selepas tak lagi bisa menjalankan tugas seperti sedia kala, kini istri dan ketiga anaknya terpaksa harus mengandalkan pendapatan dari penjualan makanan seblak.
“Pulang latihan di Ambal, bawa Armed 10,” buka Kopka Ade dengan suara terbata-bata ketika berkisah perihal awal mula dirinya sakit kepada Kolonel Arm Anang Krisna dalam kanal YouTube resmi TNI AD yang diunggah pada hari Minggu, 28 Februari 2021.
Kopka Ade lantas menceritakan bahwa awalnya ia mendampingi latihan penembakan rudal di Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.
Setelah itu, Kopka Ade lalu memasang salah satu alat di atas tower komunikasi dan di sanalah kisah tragis ini bermula petaka.
“Berangkat latihan dari Resimen kita, 3 batalyon. Bawa astros yang terbaru semua. Latihan penembakan rudal, makanya saya pasang repeater. Pasang repeater (di ketinggian) 70 meter di tower Telkom itu,” beber Ade.
Namun, kala itu Kopka Ade melihat sarang tawon saat hendak beranjak ke atas tower. Tanpa pikir panjang, dengan inisiatifnya sendiri, ia pun menjatuhkan sarang tawon tersebut guna mengamankan dirinya.
“Begitu sampai atas, di pijakan itu ada tawon ndas, tawon ndas yang besar itu. Saya pikir kalau enggak saya jatuhin, saya jatuh sendiri nanti. Makanya saya pegang sarangnya itu, saya jatuhin,” lanjutnya.
Akan tetapi, setelah menjatuhkan sarang tawon ndas tersebut, tiba-tiba muncul sekitar delapan ekor tawon ndas yang menyerangnya dengan membabi buta.
“Tahu-tahu (tawon ndas) ngeroyok, ada sekitar 8 ekorlah. Entupan (sengatan) itu di kepala, badan,” jelas Ade.
Kendati demikian, Ade kala itu masih berupaya turun dari tower dengan selamat, meski mendapat serangan dari para tawon.
Ia pun berhasil turun dengan selamat. Hanya saja, tak berapa lama setelahnya, Kopka Ade merasa tak enak badan.
“Sebenarnya sudah enggak fit, cuma dia memaksakan karena tugas. Karena posisi Bapak enggak bisa digantiin lagi sama orang,” papar Rita, Istri Kopka Ade.
“Mau saya bawa ke Kesdim, ‘Ayo kita berobat’, karena badannya sudah enggak enak. ‘Ah nggak ah, nanti aja’,” lanjut Rita, menirukan percakapannya dengan sang suami kala itu.
“Tahunya bangun tidur sudah enggak bisa apa-apa Bapak. Dia teriak-teriak, ‘Kok saya enggak bisa (gerak)’.”
Di saat itulah Kopka Ade tiba-tiba mengalami stroke mendadak disusul kelumpuhan dan kejadian kelam tersebut terjadi empat tahun yang lalu.
Mendengar semua cerita itu, Kolonel Anang yang merupakan atasan Kopka Ade kontan memberi semangat dengan menyebut bahwa Ade adalah kebanggaan pasukannya.
Kopka Ade pun tak kuasa menahan haru hingga ia pun tampak menangis di dalam video YouTube itu.
“Tapi De, ya, harta terbesar yang kamu milki itu: satu, kamu masih punya militansi yang kuat, semangat, semangat untuk hidup, semangat untuk sehat,” buka Kolonel Anang.
“Kedua, kamu masih punya banyak teman, banyak teman, pokoknya kalau kita bilang Ade Casmita itu … pokoknya dalam bayangan kita itu prajurit yang enggak pernah menolak perintah,” pungkas Kolonel Anang yang kembali disambut dengan pecahnya tangis Kopka Ade.
Hingga tulisan ini ditulis, video yang berdurasi sekitar 22 menit dengan judul “Prajurit yang Dulu Gagah, Kini Tak Berdaya” itu telah ditonton oleh setidaknya 1,1 juta orang sejak diunggah dua hari lalu, 28 Februari 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
