Disindir soal Lembaga Survei Perusak Demokrasi, Yunarto Balas Menohok: Maksudnya yang Ketahuan Bohong di Quick Count 2014 dan 2019?

Disindir soal Lembaga Survei Perusak Demokrasi, Yunarto Balas Menohok: Maksudnya yang Ketahuan Bohong di Quick Count 2014 dan 2019?

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya membalas netizen yang menyindirnya soal lembaga survei perusak demokrasi.

Ia menyindir apakah yang dimaksud netizen tersebut adalah yang ketahuan berbohong di quick count pada 2014 dan 2019.

Adapun sindir menyindir ini berawal dari kritikan keras Yunarto Wijaya terhadap pertimbangan hakim dalam meringankan vonis selebgram dan pengusaha, Rachel Vennya yang lari dari karantina.

Diketahui, salah satu hal yang membuat hakim meringankan vonis Rachel Vennya adalah perilakunya yang sopan selam menjalani proses hukum.

“Ingin ku berkata bangsat tapi takut nanti dibilang gak sopan,” kata Yunarto Wijaya melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 8 Desember 2021.

Baca Juga

Membalas cuitan Yunarto, seorang netizen menyindir apakah ia sudah sadar bahwa penegakan hukum di rezim sekarang tidak bagus.

Netizen itu juga menyindir bahwa Yunarto membela-bela rezim saat ini melalui survei dan juga cuitan-cuitan.

“Nyadar kan sekarang penegakan hukum ga beres? Rezim yang kau bela bela lewat survei dan tweet ga bisa beresin problem ini?” kata netizen itu.

Yunarto lalu membalas dengan menantang netizen itu menyebutkan di era rezim siapa penegakan hukum Indonesia baik.

Lalu, netizen lain membalas, “Lembaga Survei Perusak demokrasi, semoga binasa dari NKRI.”

Yunarto Wijaya hanya membalas dengan sindiran menohok apakah yang dimaksud adalah pihak yang berbohong soal quick count di 2014 dan 2019.

“Maksudnya yang ketahuan bohong di quick count 2014 dan 2019?” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.