Terkini.id, Makassar – Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi pemilu damai di kawasan Car Free Day (CFD) Boelevard Panakkukang, Minggu 21 April 2019.
Diskusi mengangkat gagasan dan solusi atas permasalahan pasca Pemilu. Agar masyarakat tetap rukun dan damai.
“Tidak saling benci dan bully,” kata Ketua Masika ICMI Sulawesi Selatan Ardiansyah S Pawinru.
Menurut Ardiansyah, Pemilu 17 april menyisakan duka, konflik horizontal dan kebencian massif. Bukan hanya para partisan, tapi juga masyarakat bawah.
Padahal, sejatinya pasca Pemilu tersebut, sambil menunggu pemenang kontestasi, masyarakat harus kembali bisa bernyanyi riang, dan berjabatan tangan.
“Minum kopi bersama,” ungkapnya.
Diskusi Masika ICMI yang diawali senam bersama diharapkan menghasilkan narasi dan solusi. Saat masyarakat terpecah usai Pemilu serentak.
“Menciptakan kedamaian di tengah masyarakat,” katanya.
Pemilu sudah selesai, masyarakat dihimbau kembali fokus bekerja

“Saatnya kembali bekerja sesuai profesi masing-masing,” ujar Ismail.
Menurut Ismail, Pemilu hanya salah satu cara memajukan bangsa. Sehingga tidak ada yang boleh merasa kalah dalam berjuang memajukan bangsa dan negara.
“Masih banyak cara lain (membangun bangsa dan negara). Jangan habiskan waktu dan tenaga hanya untuk berdebat yang tidak produktif,” ujarnya.
Anggota Bawaslu Kota Makassar Abdul Hafid mengatakan, masyarakat harus percaya kepada penyelenggara.
“Jika ada pelanggaran atau kecurangan terkait Pemilu segera laporkan ke Bawaslu,” ungkap Hafid.
Hafid menjamin penyelenggara tidak akan berani berbuat curang. Karena sanksi pidana akan menanti setiap penyelenggara Pemilu.
“Jika terbukti curang,” ungkapnya.
Secara umum, pelaksanaan Pemilu serentak di Kota Makassar, kata Hafid, berjalan lancar dan aman. “Kalaupun ada kisruh, masih mampu diselesaikan dengan baik,” katanya.
Jangan percaya berita bohong

“Satu saja orang yang memilih tidak sesuai aturan, dipastikan akan dilakukan pemilihan ulang,” ujar Hafied.
Pemimpin Redaksi Makassar Terkini Muhammad Yunus mengatakan, salah satu cara menghindari konflik pasca Pemilu adalah menyaring setiap informasi. Masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan berita bohong.
“Jangan langsung percaya informasi yang belum terbukti kebenarannya. Terlalu banyak hoax usai Pemilu,” kata Yunus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
