Disnakertrans Sulsel Lakukan Sosialisasi K3 di Perusahaan BUMN dan Swasta

Terkini.id, Sulsel – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel melakukan sosialisasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di 2 kabupaten dan kota di Sulsel.

Sosialisasi K3 yang bertema Pembinaan Penerapan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dihadiri langsung Kabid Pengawasan Disnakertrans Provinsi Sulsel M. Abdi Taufan, SH
“Ini merupakan salah satu bentuk upaya Bidang Pengawasan dalam mewujudkan salah satu cita-cita Negara sebagaimana yang termaktub dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (2) yang berbunyi bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” tuturnya.
“Adapun pengejawantahan dari UUD 45 tersebut tertuang dalam UU No 1 Tahun 1970 Ttg Keselamatan Kerja, UU No 13 Tahun 2003 tentanh Ketenagakerjaan, PP Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3,” sambungnya.

Selanjutnya Kepala Seksi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Giawan Lussa, SH,MHum, yang juga memberikan materi K3 di Perusahaan-perusahaan BUMN dan Swasta telah menjelaskan kepada seluruh peserta pelatihan K3 bahwa dalam bekerja, tdk boleh ada pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan, menjadi cacat, kehilangan  lengan, kehilangan penglihatan. Demikian pula tidak boleh ada anak yang putus sekolah karena kehilangan orang tua sebagai tempat bergantung. Oleh karena alasan tersebut keselamatan dan kesehatan kerja itu bersifat wajib untuk diterapkan disemua tempat kerja. Dan setiap pelanggaran terhadap ketentuan K3 dapat berdampak pada tuntutan pidana, ucapnya dihadapan seluruh peserta pelatihan K3.

Baca Juga: Direktorat Binsiswasnaker Kementerian Ketenagakerjaan RI Lakukan Sosialisasi dan Pengisian WLKP...

Selanjutnya Giawan menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan saat ini, maka untuk mendorong kepatuhan terhadap standart K3, maka strategi yg dilakukan Bidang Pengawasan Disnakertrans Sulsel tidak semata-mata bersandar pada penegakan hukum saja, tapi kami juga melakukan pendekatan partisipatif yg menempatkan K3 sebagai kebutuhan. Inilah disebut dikenal dgn konsep privat “compliance initiatif” dimana melalui pendekatan K3, akan terwujud apa yang disebut produksi berbasis K3 yaitu:
-Produksi tanpa kecelakaan.
-Produk yg dihasilkan tanpa cacat.
-Tepat waktu.
-Ramah lingkungan
-Memenuhi standart.

Pemenuhan kelima hal tersebut berujung pada quality of product. Inilah yg dibutuhkan dunia usaha sekaligus pemenuhan perlindungan kualitas hidup tenaga kerja, ucapnya.

Baca Juga: Penyidik Ketenagakerjaan Disnakertrans Sulsel Lakukan Pengambilan Keterangan Ahli

Oleh karena itu, Giawan berpesan agar seluruh perusahaan yg beroperasi di wilayah Provinsi Sulsel dapat menerapkan K3 ditempat kerja mereka dan menghindari hal-hal yang dapat bersinggungan dengan pelanggaran Norma K3 yang mengakibatkan berurusan dengan Seksi Gakum Disnakertrans yang telah ditugaskan oleh Kadisnakertrans Provinsi Sulsel Ir. Andi Darmawan Bintang, M.Dev.PLG untuk mengawal tegaknya hukum ketenagakerjaan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagikan