Terkini.id, Jakarta – Pendakwah Yusuf Mansur bantah tudingan Yahya Waloni yang mengatakan dirinya mencuri sedekah dan menipu banyak orang. Oleh karena itu, Yusuf Mansur meminta kepada Yahya untuk membuktikan tudingannya tersebut.
“Dan sebaik-baiknya, Ustaz Yahya memegang satu aja bukti bahwa saya penipu dan pembawa duit sedekah. Satu aja, Ustaz, Ga usah 2, 3, 4, apalagi banyak,” kata Yusuf dalam akun Instagram resmi miliknya @yusufmansurnew.
“Tapi yang bukan katanya loh ya? Soal terus dipaksa narasi penipuan. Ya akhirnya itu saya persilahkan ke hukum saja, diadu data di sana. Dan saya udah bilang, saya berlindung dari berlindung kepada manusia, siapapun itu,” sambung Yusuf.
Selanjutnya, Yusuf menyatakan kasus tersebut justru menjadi melebar. Ia mengaku belum mengenal Yahya Waloni. Ia juga mengklaim Yahya pasti belum mengenal dirinya.
Oleh sebab itu, Yusuf akhirnya bercerita bahwa ia sempat dipanggil oleh para pimpinan MUI di pusat maupun di daerah usai mereka menerima buku yang substansinya menyudutkan dirinya. Baginya, pemanggilan itu bukti bahwa ulama MUI mengerti tentang adab klarifikasi kepada seseorang.
“Saya siap salah. Dan siap diberi petunjuk sama Ustaz Yahya Waloni. Ilmu saya gak setinggi Ustaz Yahya. Dan gak seberani ngucap begitu seperti Ustaz Yahya. Semoga saya bisa jadi muridnya Ustaz Yahya yang baik. Mangga [silakan],” kata Yusuf, dilansir CNN Indonesia.
Lebih lanjut, Yusuf bahkan mengajak Yahya untuk bertemu guna menjelaskan persoalan yang ditudingnya itu. Ia pun meminta maaf dan meminta untuk diajari bagaimana untuk bersikap lebih jauh.
“Saya ada, ga ke mana-mana. Ga lama saya juga keluar karantina, izin Allah. Ya ayo ketemuan. Ga kebayang, jika Ustaz Yahya udah tau persoalannya, dan jadi pembela saya, wuiddiiih… Keren, hehehe,” kata Yusuf.
Tak hanya itu, Yusuf mengklaim tak pernah mengambil keuntungan yang berasal dari Pesantren Tahfidz Daarul Quran yang diasuhnya. Ia juga meminta seluruh sumber daya manusia di seluruh pesantren tersebut untuk belajar terus menerus, bahkan dari Waloni langsung.
“Izin ngasih tahu dikit. Dari gedenya kue ekonomi Daqu dan rumah tahfizh, 1 butir beras pun saya ga makan. Mangga (silakan) seminggu di Daqu dan muter-muter ke rumah-rumah tahfizh. Laporan pandangan mata,” kata Yusuf.
“DKM-DKM mesjid, yang saya gondol sedekahnya, Iangsung podkes-an aja. Jangan sendiri. Ramai-ramai. Jangan seperti sekuriti ‘x’, yang juga ga ngerti apa-apa, lah lah lah, memberi kesaksian. Hehehe. Ampun dah,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
