Makassar Terkini
Masuk

Sindir Yahya Waloni? UAS: Tidak Halal Muslim Merendahkan Salib, Maki Agama Lain, dan Lecehkan Gereja!

Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, pendakwah Yahya Waloni ditangkap oleh aparat kepolisian lantaran dinilai telah menistakan agama Kristen.

Nah, entah menyindir sosok Yahya Waloni atau bagaimana, tetapi UAS alias Ustaz Akhmad Sahal mengatakan bahwasanya kalau tak mau Islam dinista, maka jangan menista agama lain.

Menurut UAS, sudah jelas ketentuan larangan untuk menghina sesembahan agama lain yang ada di dalam Alquran.

UAS alias Ustaz Akhmad Sahal lantas menunjukkan dan mengulas salah satu surah dalam Alquran, yaitu surah Al Anam ayat 108.

“Ayat ini itu bunyinya seruan untuk tidak memaki-maki atau merendahkan sesembahan agama lain,” ujar UAS dalam tayangan di kanal YouTube Cokro TV, dikutip terkini.id via Hops pada Jumat, 27 Agustus 2021.

“Karena itu akan mendorong pengikut agama lain melakukan hal yang sama, memaki Islam dan Allah.”

UAS mengatakan bahwa dari ayat itu, ada prinsip emas, yaitu jikalau tidak mau agama Islam dimaki-maki oleh non Muslim, maka jangan lecehkan keyakinan agama lain.

Tak sampai di situ, UAS kemudian mengulas tafsir surah Al Anam ayat 108 itu dari Imam Al Qurthubi di mana diimbau untuk jangan memaki sesembahan agama lain karena itu adalah larangan dari Allah.

Konteks turunnya ayat tersebut, jelas UAS, menurut Imam Al Qurthubi, dahulu orang kafir Quraish mengatakan kepada Abu Thalib supaya Nabi Muhammad menghentikan sahabatnya untuk menghina sesembahan mereka. Sebab, kalau tidak, maka mereka akan maki balik.

“Menarik uraian Imam Al Qurthubi, ulama berpendapat hukum larangan memaki agama lain itu permanen, berlaku umat Islam tiap kesempatan sampai sekarang.”

Nah, lantas bagaimana jikalau non Muslim yang bikin gara-gara duluan memaki Nabi Muhammad atau Islam?

Kata UAS, dalam ulasan Imam Al Qurthubi, tetap seorang Muslim haram untuk membalas makin tersebut.

“Dalam situasi itu, maka upaya muslim untuk maki-maki balik itu sesuatu yang haram,” terang UAS.

“Maka tidak halal bagi Muslim lakukan tindakan mencela, mencaci, merendahkan salib mereka misalnya, dan tidak boleh maki terhadap agama mereka, maki, lecehkan gereja mereka, misalnya,” tandas UAS alias Ustaz Akhmad Sahal panjang lebar.