Dituding Lakukan Pungli, Kepala MTsN 2 Jeneponto Membantah

Dituding Lakukan Pungli, Kepala MTsN 2 Jeneponto Membantah

HZ
Syarief
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkini.id, Jeneponto – Ketua Komite dan bersama warga dan orang tua siswa sebelumnya menutup Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Jeneponto pada Senin, 3 Januari 2020 lalu.

Komite Sekolah bersama warga menyebut Kepala MTSN 2 Jeneponto, H Abd Rahman melakukan pungli dan menggunakan uang koperasi sebanyak Rp 50 juta untuk perbaikan ruang kelas tanpa sepengetahuan ketua komite dan para guru.

Sementara, uang koperasi itu itu merupakan dana yang diangsur oleh semua guru dengan cara potong gaji, beserta siswa yang menyisihkan uang jajan Rp 1.000 per hari.

Mendapat tudingan seperti itu,
Kepala Madrasah H.Abd Rahman pun membantah.

“Tudingan  itu tidak benar, saya tidak mengambil di koperasi uang sebanyak Rp50 juta, uang yang saya ambil di koperasi hanya Rp 10 juta, itu pun atas kesepakatan guru-guru dan penanggungjawab bangunan. Itu partisipasi guru, dan itu juga yang pegang penanggungjawab bangunan,” kata Kepala MTsN 2 Jeneponto, H Abd Rahman kepada Terkini.id di ruang kerjanya, Rabu 5 Februari 2020.

Baca Juga

Dia mengaku, inisiatif tersebut muncul karena adanya proses belajar mengajar yang berlangsung diluar jam sekolah, sehingga ruang yang tidak layak dipakai itu kita manfaatkan.

“Sebelumnya, guru-guru berpartisipasi setiap bulan dalam bentuk bentuk bantuan seikhlasnya, namu untuk mempercepat bangunan itu selesai, kami rapat dengan guru dan penanggung jawab bangunan itu, sehingga disepakati untuk ambil dana di koperasi sesuai kebutuhan penyelesaian bangunan itu, itu pun yang hitung kekurangannya penanggungjawab bangunan,” jelas dia.

H Abd Rahman juga mengungkapkan, terkait dengan tudingan  pungutan liar Rp 1.000 dari siswa itu sangat tidak benar, itu kotak amal yang dibuka sesuai hasil rapat.

“Jadi tidak benar, dari hasil rapat disepakati untuk membuka kotak amal, kotak amal itu umum siapa saja yang mau bersedekah, cuman kami mengimbau untuk siswa kalau punya koin Rp 500 lebih bangus dimasukkan di kotak amal, jangan sampai terbuang-buang, lebih baik dijadikan tabungan untuk akhirat dan tidak dipaksakan yang mau saja,” pungkasnya.

Selain itu, Abdul Rahman juga membantah adanya beberapa guru pindah karena dirinya yang jadi kepala di MTsN 2 Jeneponto.

“Ada memang guru yang pindah,tapi bukan pindah gara-gara saya, dia mengusulkan pindah dengan alasan jauh tempat tinggalnya, tidak saya tolak pengusulan pindahnya karena dia tinggal di Kabupaten Gowa, Bantaeng, dan ada juga ke Arungkeke dan Binamu,” akunya.

Sebelumnya, Ketua Komite bersama warga dan orang tua siswa menutup Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Jeneponto, Senin, 3 Februari 2020.

MTsN 2 Jeneponto ditutup lantaran kebijakan Kepala MTsN 2 Jeneponto, H. Abd Rahman, dinilai sudah tidak sesuai dengan aturan.

Selain itu, semua kebijakan yang dikeluarkan pihanya tidak melibatkan ketua Komite, guru, maupun orang tua siswa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.