Terkini.id, Jakarta – Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto alias Kang Dede menanggapi soal DKI Jakarta yang memiliki simpanan kas daerah tertinggi di bank umum dibadingkan daerah-daerah lain.
Ia menyindir bahwa bunga simpanan itu mungkin akan digunakan sebagai modal Gubernur DKI Jakarta, Anies baswedan untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.
“Mungkin bunganya buat modal nyapres Anies Baswedan,” kata Kang Dede melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 27 Desember 2021.
Bersama pernyatannya, Kang Dede melampirkan tautan berita berjudul “Pemda Endapkan APBD di Bank, DKI Paling Tinggi dengan Rp 12,95 Triliun”.
Dilansir dari Kompas, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan mengatakan bahwa ada sepuluh pemerintah provinsi dengan simpanan kas daerah tertinggi pada bank umum.
- Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan 'Khilafuck'
- JIS Belum Siap untuk Liga 1 2022-2023, Kang Dede: Makin Jelas Kualitas Kaleng-Kaleng
- Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya
- ACT Disebut Kumpulkan Donasi Ratusan Juta tapi Hanya Salurkan Rp3 Juta, Kang Dede: B*jingan Berkedok Agama
- Sindir Netizen Syukuri Tjahjo Kumolo Meninggal, Kang Dede: Ngaku Paling Beragama, tapi Kelakuan Dajjal
Adapun provinsi yang memiliki simpanan tertinggi adalah DKI Jakarta dengan angka Rp12,953 triliun.
Hal ini disampaikan Tito Karnavian dalam rapat pemantauan simpanan kas daerah di perbankan yang diselenggarakan pada Rabu, 22 Desember 2021.
Dalam rapat tersebut, Tito mengundang sepuluh pemerintah provinsi yang memiliki jumlah simpanan tertinggi untuk meminta klarifikasi.
“(Kami) ingin mendapat masukan klarifikasi dari rekan-rekan gubernur. Kami sengaja mengundang sepuluh gubernur karena ini memang yang kita lihat datanya simpanannya relatif terbesar dari 34 provinsi yang ada,” kata Tito.
Sembilan provinsi lain yang memiliki jumlah simpanan kas daerah tinggi yaitu Aceh sebanyak Rp4,426 triliun, Papua sebanyak Rp3,829 triliun, Jawa Timur sebanyak Rp2,751 triliun, dan Jawa Barat sebesar Rp2,566 triliun.
Kemudian, Kalimantan Timur sebesar Rp2,070 triliun, Papua Barat sebesar Rp1,947 triliun, Riau sebesar Rp1,426 triliun, Sumatera Utara sebesar Rp1,128 triliun, dan Jawa Tengah sebesar Rp1,028 triliun.
Tito Karnavian mengatakan bahwa simpanan kas daerah di perbankan membuat realisasi belanja menjadi berkurang dan terkesan ada dana yang tidak bergerak.
Apalagi, katanya, ada dana yang didepositokan. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia, ada lebih dari Rp203 triliun dana menganggur.
“Data ini tanggal 30 November 2021 jam 18.00 dari Bank Indonesia. (Dengan rincian) Rp144,96 triliun dalam bentuk giro, ini artinya akan dibelanjakan, kemudian Rp 54,38 triliun dalam bentuk deposito, dan Rp4,6 triliun dalam bentuk tabungan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian pun mempertanyakan apakah sejumlah dana tersebut masih akan dibelanjakan hingga akhir tahun, sengaja disimpan untuk sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa), atau digunakan untuk keperluan lain.
Ia mengimbau agar pemerintah daerah mempercepat penyelenggaraan rapat koordinasi terkait simpanan kas daerah di perbankan.
“Mohon rekan-rekan gubernur untuk segera melakukan rakor percepatan belanja, kemudian juga klarifikasi simpanan dana pemda di kabupaten/kota di wilayah provinsi,” kata Tito Karnavian.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
