Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membangun kedekatan emosional dengan anak-anak mereka, terutama yang sedang merantau atau hidup jauh dari keluarga.
“Uang kiriman tidak bisa menggantikan pelukan. Pertanyaan tentang nilai tidak bisa menggantikan pertanyaan tentang perasaan,” ujarnya.
Menurut Dewi, banyak anak muda tersesat bukan karena kekurangan biaya hidup, melainkan karena tidak memiliki tempat pulang untuk bercerita dan merasa diterima.
Ia berharap keluarga dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak agar mereka tidak mencari pelarian di lingkungan yang salah.
Di akhir refleksinya, Dewi mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan pendekatan kasih sayang dan pembinaan dibanding sekadar menghakimi.
- Soroti Maraknya Kasus Begal, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Desak Pemkot Beri Solusi Kongkrit
- Toyota Kuasai 36 Persen Pasar Otomotif Sulawesi hingga April 2026
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Pra Sejahtera di Bitung
“Tugas kita bukan hanya menghakimi. Tugas kita adalah mengingatkan, merangkul, mendoakan, dan menunjukkan jalan pulang,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
