Dalam sambutannya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menilai dr. Wachyudi Muchsin sebagai figur muda kreatif yang mampu memadukan dunia kesehatan, literasi, dan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Dokter Koboi bukan hanya seorang praktisi kesehatan, tetapi juga figur literasi yang mampu membaca fenomena sosial dengan pendekatan sederhana namun memiliki makna mendalam. Buku ini memperlihatkan bagaimana pemikiran kreatif anak bangsa bisa diterima di tingkat regional,” ujar Afriansyah Noor.
Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Dr. Taruna Ikrar memberikan apresiasi atas konsistensi dr. Wachyudi Muchsin dalam membangun budaya literasi dan komunikasi publik.
“Dokter Koboi adalah pribadi yang konsisten membangun literasi dengan gaya khas dan autentik. Buku ini menjadi bukti bahwa kreativitas, keberanian berpikir, dan konsistensi dapat melahirkan karya yang memiliki daya tarik internasional,” kata Taruna Ikrar.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Wachyudi Muchsin menjelaskan bahwa buku tersebut lahir dari pengamatan panjang terhadap fenomena psikologi warna dalam kehidupan sosial masyarakat.
- PLN UID Sulselrabar Siagakan 73 Posko Kelistrikan dan 2.315 Personel, untuk Momen Idul Adha
- Asmo Sulsel Gelar Final Technical Skill Contest 2026, Uji Kompetensi Mekanik dan Service Advisor AHASS
- APT Harap Polemik Paskibraka Tidak Memicu Perpecahan Sosial
- PSMTI Sulsel Ajak Semua Pihak Bijak Sikapi Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel
- Bangun Kampus Bersih dan Sehat, Polbangtan Kementan di Gowa Implementasikan Gerakan ASRI
Menurutnya, pilihan warna sering kali mencerminkan kondisi emosional, cara berpikir, hingga karakter dasar seseorang. Warna hitam kerap diasosiasikan dengan pribadi yang independen, elegan, kritis, tenang, dan memiliki kedalaman berpikir yang kuat.
“Buku ini ingin mengajak masyarakat memahami bahwa warna bukan hanya soal estetika, tetapi juga dapat menjadi refleksi psikologis manusia. Di balik warna hitam, ada filosofi keteguhan, ketenangan, dan kekuatan karakter yang sering kali tidak disadari,” ujar dr. Wachyudi Muchsin.
Peluncuran buku tersebut juga disambut antusias para peserta yang terlibat aktif dalam dialog mengenai hubungan antara warna, identitas diri, citra sosial, hingga perilaku manusia di era digital.
Tema psikologi warna dinilai relevan dengan kehidupan modern, terutama ketika identitas visual menjadi bagian penting dalam membangun personal branding dan komunikasi sosial.
Selain dipasarkan secara langsung dalam launching internasional di Malaysia, buku “Hitam Itu Bukan Sekadar Warna” juga telah tersedia melalui platform penjualan daring, termasuk Gramedia Online dan Shopee.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
