Terkini.id, Jakarta – Dokter Reisa Broto Asmoro mengejutkan publik saat pengumuman penanganan Covid-19 di Indonesia.
Finalis Putri Indonesia yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut tampil mendampingi Achmad Yurianto yang biasa jadi juru bicara.
Dokter yang mulai dikenal publik lewat program acara kesehatan bertajuk Dokter Oz Indonesia tersebut tampil mendahului Yurianto.
Reisa memberikan pemaparan singkat mengenai imbauan pemerintah yang sebelumnya biasa disampaikan Yuri.
dr Reisa yang tertulis sebagai tim komunikasi Gugus Tugas Covid-19, sore tadi tampil memukau dengan balutan blus putih yang dipadukan dengan jas warna gelap.
“Kami sampaikan juga Indonesia saat ini telah memeriksa lebih dari 10 ribu spesimen tiap hari. Kapasitas terus kami tingkatkan sampai 20 ribu spesimen di 195 lab.
Kebiasaan baru harus dimulai sejak sekarang, pun satu wilayah zona hijau. Penambahan kasus masih terjadi maka tetaplah cuci tangan pakai sabun, jangan sentuh mata, hidung, mulut kalau engga bisa memastikan tangan bersih,” jelasnya di BNPB, Senin 8 Juni 2020.
“Pakai masker, mulai kini biasakan jaga jarak fisik minimal 1 meter dengan orang lain. Hindari kerumunan. Kebiasaan yang harus kita jalani. Ngga hanya untuk covid-19 tetapi juga penyakit lain yang menular langsung,” tambah wakil DIY di ajang Putri Indonesia 2010 silam.
Setelah selesai memberikan pemaparan terkait imbauan pemerintah, Yuri kemudian menggantikannya untuk mengumumkan terkait update kasus Covid-19 di Indonesia.
Secara singkat, Yuri mengumumkan bahwa ada pertambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia.
“Penambahan kasus terkonfirmasi 847 orang dengan total positif Covid-19 32.033,” terang Yuri.
Penunjukan dokter Reisa tentu menjadi sorotan banyak pihak. Pakar komunikasi politik Effendi Gazali ikut memberikan pandangannya.
Menurutnya adanya dokter Reisa ini menunjukan sebuah kemajuan dalam komunikasi penanganan Covid-19 di Indonesia.
“Kalau substansi pesannya transparan dan memang bermanfaat untuk memperlihatkan kemajuan Indonesia dalam penanganan Covid, tentu ditambah wajah akrab dokter Reisa, tentu ini akan lebih baik,” buka Effendi seperti dikutip dari KompasTV, Senin 8 Juni 2020.
Effendi mengungkapkan, ini menunjukkan ini adanya kesetaraan gender.
“Kan ada juga unsur variasi serta kesetaraan jender. Keren pokoknya. Asal betul data dibuka apa adanya, serta jumlah test per juta penduduk dipercepat. Kita suka bilang kondisi USA parah. Per hari ini ada 2 juta lebih kasus Covid-19. Ada 817 kasus baru. Dan korban meninggal sudah 112.477 orang. Tapi jumlah orang yang sudah di-test secara akurat sebantak 21.298.974 orang. Atau yang sudah ditest 64.371 orang per satu juta warga Amerika. Nah, kalau kita per hari ini, jumlah yang di-test dengan metode akurat, per satu juta warga, adalah 1511 orang. Coba bandingkan dengan 64.371, berapa perbandingannya itu?” seru Effendi Gazali.
“Nah harapan baru untuk Dokter Reisa, semoga dia bisa memberi kesempatan tanya-jawab, sebagai sesuatu yang baru. Kan wartawan bisa mewakili publik. Misalnya ya terhadap angka test yang masih rendah itu. Apakah itu bagian dari strategi agar publik tidak panik? Atau memang APBN tidak cukup? Lalu rencana ke depannya bagaimana?” pungkas Effendi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
